20. Lucid Dream

4.6K 327 2
                                        

Mohon maaf atas keterlambatan Update nya, karena anak-anak sedang sakit.

Yuk jangan lupa votes dan komennya.

Di karya karsa sudah sampai jauh, boleh baca duluan di sana ya Trnndht.





Laluna hanya mampu terdiam saat Bagaskara menceritakan masa lalu mereka, yang secara otomatis ingatan samar tentang kehidupan Laluna kecil berputar seperti film dalam benaknya.

Namun, secara runtut Laluna mengingat proses pendewasaannya. Laluna melupakan Bagaskara, seseorang yang dulunya selalu ia kejar dan yang selalu ingin ia miliki seorang.

Walau semua berubah ketika Laluna sudah mulai sekolah, Laluna kecil mengenal Arjunka. Bocah laki-laki yang suka usil, dan Laluna sibuk mengadu pada Bagaskara yang saat itu berusia lima belas tahun. Walau Bagaskara sudah remaja, namun ia tak pernah menolak kehadiran gadis cilik yang selalu riang menyapanya. Menjadi pendengar yang baik, menjadi sosok yang selalu ada untuk Laluna dan perlahan perasaan lebih ingin menjaga timbul. Bagaskara tidak suka saat Laluna menangis sepulang sekolah karena di ganggu temannya, walau Arjunka akan membela Laluna. Dan, Bagaskara tidak menyukai ada orang lain yang membela Laluna.

Hingga suatu waktu, Laluna kecil menangis terisak saat mengetahui ia akan pindah rumah dan meninggalkan mension milik keluarga Jayvyn.

"Nanti Luna ga ketemu Kakak, kalau Luna kangen gimana?" Tanya Laluna kecil pada laki-laki remaja tampan di sisinya.

Bagaskara memeluk Laluna "nanti Kak Bagas akan sering main kalau pulang ke sini. Kak Bagas juga akan sekolah di luar negeri, nanti Laluna bisa main kesana"

Laluna menggeleng "ga mau, Laluna maunya sama kak Bagas terus. Laluna mau nikah sama Kak Bagas biar bisa terus sama Kak Bagas kaya Mama dan Papa" Laluna sesenggukan mengatakan itu.

Bagaskara mengangguk, tersenyum dan mengusap lembut punggung Laluna.

"Laluna jadi besar dulu ya? Makan yang banyak biar sehat dan tumbuh tinggi, nanti Laluna jadi pengantin Kakak" jawab Bagaskara lembut.

Ingatannya berganti, di sekolah Laluna mengatakan ke semua teman-temannya bahwa ia nanti akan tumbuh tinggi dan menikahi Kakak Bagaskara yang tampan. Teman-temannya sudah tau siapa Bagaskara, laki-laki yang mereka panggil Kak yang sering menjemput Laluna.

"Tapi, kalau kamu sudah besar nanti. Kak Bagas juga semakin tua, memangnya kamu mau sama orang tua?" Tanya Arjunka sebal, ia tidak suka membayangkan Laluna menjadi pengantin orang lain. Karena Arjunka sudah sering mengatakan bahwa Laluna akan menjadi pengantinnya, tapi gadis itu menceritakan hal yang membuatnya kesal.

"Kan aku juga sudah tua nanti" jawab Laluna, walau dengan cara bicara cadel. Tapi Laluna memahami pembicaraan mereka ketika ingatannya bermain apik.

"Jangan Luna, lebih baik kamu menikah sama aku. Kita bisa latian dari sekarang untuk menjadi pengantin. Aku tampan, dan kamu cantik. Kita pasti menjadi pasangan serasi seperti Mama Papa kamu" ucap Arjunka yang mendapat sorakan teman-temannya.

"Ciye Laluna dan Arjunka akan menikah" sorakan riuh yang membuat Laluna malu, namun hatinya berdesir. Perlahan menjadikan Arjunka sebagai calon pengantinnya. Laluna paham, mengapa Laluna terdahulu sangat terobsesi pada Arjunka. Itu karena Arjunka sendiri, yang memainkan peran pasangan dengan sangat baik.

Melupakan Bagaskara yang mempercayai ucapan anak kecil, "kamu hanya menganggapnya adik Bang, ga mungkin kan kamu menikah sama anak TK?" Ucap Mama Bagaskara saat Bagas menyampaikan keinginannya, yang di dengar oleh kedua orang tua Laluna yang mendadak merinding.

Orang tua Laluna orang yang berada, namun menjadi bagian dari keluarga jayvyn tidak pernah mereka bayangkan. Ia ingin anaknya hidup penuh cinta, walau dari keluarga biasa saja sekalipun. Terlalu berbahaya, jika berurusan dengan Jayvyn.

Dan, secara konsisten orang tua Laluna mendekatkan diri mereka pada Arjunka dan keluarganya. Hingga bertahun-tahun, melupakan sosok Bagaskara dari kehidupan Laluna. Mengisi semuanya dengan Arjunka, merupakan skenario orang tuanya untuk lepas dari keinginan Jayvyn junior.

Yang Laluna bingung, Laluna terdahulu pernah membaca sebuah novel yang menceritakan tentang kisah Bagaskara usai kematian gadisnya dan membalaskan dendamnya pada mantan tunangan gadis tersebut. Apa jika ia tidak mati? Maka ia akan berakhir bahagia dengan Bagaskara? Kenapa sequel novel yang ia baca malah ada di kehidupan dalam novel? Ini seperti sedang bermimpi di dalam mimpi, Laluna terheran. Namun ia bertekad akan bahagia penuh cinta di kehidupannya ini.

"Jadi, kak Bagas percaya omongan anak kecil?" Tanya Laluna, setelah mendengar cerita Bagaskara.

"Bukan karena anak kecil, tapi karena kamu yang ngomong jadi aku percaya" jawab Bagaskara.

Laluna tak percaya begitu saja, "Kak Bagas udah cukup besar saat itu kan? Harusnya ga menelan mentah-mentah ucapan bocil" Laluna mencoba berpikir secara logis "apalagi kak Bagaskara tampan, pintar dan dari keluarga yang luar biasa. Kenapa harus nungguin bocil yang bisa saja saat itu hanya sekedar ngomong tanpa keseriusan"

Bagaskara menggenggam tangan Laluna "jika bocil itu bercanda, maka aku akan menseriusinya. Cukup mudah, seperti yang aku bilang. Kamu hanya butuh menikmatinya, biarkan aku yang berusaha"

Laluna menggeleng, "Kalau ternyata aku milih yang lain gimana? Seperti yang Kak Bagas tau, aku baru gagal bertunangan" ucap Laluna dengan sedikit ragu. Perlukah dia membahas ini?

Bagaskara terkekeh, "sepertinya kamu belum paham yang aku maksudkan sweety pie, you are mine. Sekalipun sudah bertunangan, aku bisa mendapatkanmu kembali. Kemanapun kamu, pasti akan ku temukan"

Laluna merinding, entah kenapa dia merasa kepergian Laluna asli yang lebih cepat dan memanggil jiwa Lorenza ada sangkut pahutnya dengan Bagaskara. Entah bagaimana caranya, Laluna bisa merasakannya.

"Ih takut ah sama Kak Bagas, kita kan baru kenal lagi. Harusnya Kak Bagas mulai dari awal kaya cowok-cowok lainnya, emang umur ga bisa boong ya? Langsung aja gas" cibir Laluna, menutupi kegugupannya.

Bagaskara hanya tersenyum manis sekali, senyuman tampan yang Laluna dambakan.

Ah, Laluna merutuki dirinya sendiri. Hidup di dunia ini, sama-sama penuh misterinya seperti kehidupannya yang dulu. Tidak ada yang tau nasib Laluna ke depannya. Yang Laluna tau, akhir cerita bahagia Arjunka dengan Arumi tidak berlangsung lama karena sequel novel yang Laluna terdahulu baca di dunia ini. Kehidupan novel di dalam novel. Itu seperti Lucid dream, jika ini semua mimpi.

"Yuk, aku masih ada sesuatu untuk kamu" ucap Bagaskara, menggenggam tangan Laluna, berjalan perlahan di bawah lampu temaram. Laluna merasa aman bersama Bagaskara.

"Kak Bagas janji ya? Bakal lindungin Luna dan selalu percaya sama Luna seperti dulu, maupun sekarang" Laluna mengatakannya dengan sungguh-sungguh, ia takut mengetahui akhir tragis yang menimpanya akan terjadi.

"Jadi pacar aku, mau ya Lun?" Ujar Bagaskara membuat Laluna terkesiap. Dia hanya mampu mengedipkan matanya, belum menjawab apapun. "Sebenernya aku ga butuh jawaban kamu, karena mau ga mau kamu harus sama aku"

"Kok Kak Bagas maksa sih" cibir Laluna, mengulum senyumnya. Tak luput dari perhatian Bagaskara yang juga menahan senyumnya.

"Ga aku paksa juga kamu mau" membuat Laluna melotot kesal.

"Ga ah, aku ga mau. Emang aku cewek apaan baru kenal langsung mau sama om-om?" Laluna menghilangkan kegugupannya dengan memakan cemilan yang ada di hadapannya.

Bagaskara terkekeh, rupanya gadis di hadapannya sedang ingin bermain-main dengannya.

"Asal kamu ga lupa kalo kita hanya berdua di sini, dan kamu akan pulang sama aku besok. Kamu ga takut?" Tanya Bagaskara, berniat menggoda Laluna.

Laluna menelan makanannya dengan sulit.

"Aku bisa telfon Papa, Abang atau Arjunka buat jemput dan bikin laporan kalo aku di culik om-om tampan" Laluna mencibir Bagaskara. Memang fisiknya yang masih muda, tapi jiwa yang ada di dalamnya sudah cukup umur untuk mengerti pembahasan Bagaskara.

Bagaskara terkekeh, bisa-bisanya seorang Bagaskara Jayvyn menaruh hati dengan gadis kecil di hadapannya.

- TBC -
31 Oktober 2023

The Antagonist's Second ChanceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang