(HANYA AKAN LENGKAP DI KARYAKARSA) AWAL CERITA SUDAH TERSEDIA DI KARYAKARSA
Lorenza berusia 25 tahun, yang tengah menjalani the quarter of life nya. Yang merasa hidup sedang berat-beratnya, menjadi junior di kantor tidak semudah yang ia bayangkan. S...
Ketukan pintu di kamarnya, menyadarkan Laluna untuk segera bersiap. Dinner pertama dengan Bagaskara Jayvyn.
Sebelum membuka pintu, Laluna mematut dirinya. Menyiapkan segala sesuatu dalam dirinya terlihat menyilaukan matanya sendiri. Lorenza di kehidupannya yang lalu adalah gadis yang cantik dan pintar, namun dia tidak terlalu memperhatikan penampilannya. Kehidupannya terlalu sibuk mencari uang, menjadi tulang punggung keluarganya. Namun, kali ini Laluna cantik dan masih muda. Memiliki uang tanpa harus berkeringat. Maka, Lorenza kira ini adalah bayaran dari Tuhan di kehidupan sengsaranya dulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Laluna siap dengan outfit berwarna hitam, elegan namun seksi, tidak berlebihan dan tetap berkesan.
Membuka pintu kamar hotel dan melihat pria tampan di hadapannya, yang luar biasa membuat jantungnya memberontak. Nafasnya memburu, otaknya segera ingin ia cuci melihat pria hot di hadapannya.
Laluna meneguk ludahnya, tidak berani terang-terangan menatap Bagaskara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Baju apa yang kamu pakai My moon?" Tanya Bagaskara dengan wajah yang bersemu merah. Rupanya, keduanya diam-diam menilai penampilan masing-masing.
"Kakak kenapa pakai jas? Tumben banget" ucap Laluna tidak menjawab pertanyaan Bagaskara, dia sibuk menutup pintu.
Tidak lama, Laluna merasakan Bagaskara menutup pundaknya.
"Untuk ini" jawab Bagaskara, sambil menyampirkan jas hitamnya ke kedua sisi pundak Laluna.
"Ih ga usah Kak, ga keren" ucap Laluna, mengembalikan jas Bagaskara. "Kakak aja yang pake ya? Kak Bagas keliatan keren pake jas begini" ucapnya dengan senyum kecilnya.
Bagaskara menatap tak percaya pada Laluna, "Kita akan jalan kaki sebentar. Tempatnya tidak jauh dari sini" ucapnya. Namun, mata Bagaskara memperhatikan kaki Laluna. "Apa kamu perlu berganti sepatu?"
Laluna menggeleng, dia sudah sangat cantik malam ini. Dia tidak ingin merusak penampilannya malam ini, walau merasa tidak nyaman. Tapi, di kehidupannya yang lalu. Dia sudah terbiasa menggunakan heels dan berjalan kesana kemari. Seharusnya tidak apa-apa.