30. KEGILAAN ARJUNKA

3.8K 142 1
                                        

Di mohon untuk like dan comment
Sekalian minta tolong di subscribe dan di tonton YT di atas ya!

Kata pacaran yang di tanyakan oleh Bagaskara masih menjadi hal tabu bagi Laluna untuk di bicarakan. Status mereka kini resmi berpacaran, walau baru mengenal beberapa hari di dunia ini. Laluna merasa, setidaknya dia merasa di inginkan dan di perjuangkan disini.

Laluna berada di dalam kelas, mendengar beberapa temannya membicarakan gosip yang tengah panas. Bahwa, Arjunka bebas bersyarat atas kasus penculikan dan pelecehan. Laluna terdiam, apa pengaruh Bagaskara tidak sekuat itu sampai tidak bisa membuat Arjunka di penjara? Pertanyaan yang nantinya akan Laluna pertanyakan ketika bertemu kekasihnya.

Bukannya dia takut untuk keluar kelas karena kembalinya Arjunka, dan menyadari bahwa pihak Sekolahpun masih menerima seorang yang berotak kriminal seperti Arjunka. Haruskah Laluna pindah sekolah dan benar-benar mengakhiri kisahnya bersama Arjunka? Laluna termenung, memikirkan banyak pertanyaan yang ada dalam otaknya.

"Lun, lo ga apa-apa kan? Mau disini aja apa mau ikut kita ke kantin?" Tanya Galuh.

Laluna mengangguk, dia harus secepatnya bisa menguasai diri dan menunjukkan kalau Arjunka tidak sepenting itu untuknya. Dia tidak takut sama sekali sekarang.

Namun, baru beberapa langkah memasuki kantin dia sudah melihat tatapan Arjunka yang nampak seperti tatapan terobsesi. Tentu saja, Laluna merasa tidak nyaman dan sedikit merasa takut walau banyak orang disini tapi Laluna masih resah, mengingat kegilaan Arjunka di dalam novel yang membunuh Laluna asli.

"Sumpah, Arjunka serem banget liatnya" sadar Galuh mengatakan itu sesaat melihat tatapan Arjunka yang intens pada Laluna. "Kayanya lo harus ngomong ke Kak Bagas deh Lun, secepatnya biar dia bisa jagain lo lebih lagi"

Tanpa di suruh pun, Laluna hendak melakukannya walau sedari tadi ia belum memberi taukan bahwa Arjunka kembali dan terlihat mengintimidasi Laluna hanya lewat tatapannya.

Laluna dengan cepat duduk di bangku yang kosong, setelah menitipkan pesanannya pada temannya yang lain dan Galuh yang masih setia menemani Laluna. Kini Lalun tampak sibuk dengan ponselnya, hingga Galuh menyenggol sikunya. Dan suara yang Laluna kenali, menyapanya bersamaan dengan keheningan kantin.

"Hai Luna" sapa Arjunka, yang tanpa izin duduk di sebelah Laluna membuat Laluna reflek berdiri.

"Lo gila masih berani deketin gue?" Tanya Laluna, menyembunyikan ketakutan di balik suaranya yang bergetar.

Arjunka dengan wajah tenangnya, tersenyum hingga tawanya meledak. Sangat mengganggu Laluna. "Kenapa Laluna? Kamu takut? Pacarmu ga bisa bikin aku masuk penjara, dan sekarang kamu ngerasa ga aman?" Tanya Arjunka. Laluna berniat keluar dari tempat duduk dan meja yang menghimpitnya, namun dengan kasar Arjunka mendudukan Laluna lagi hingga Laluna terhuyung. "Sayangnya orang tua lo yang mau kita damai, Laluna. Pertunangan kita juga tidak berakhir" Ucap Arjunka dengan menekan kata terakhirnya.

Laluna tak bergeming, walau dia sangat terkejut mendapati kenyataan itu. Seharusnya Laluna tau, orang tuanya disini sangat tidak ingin ribut, mencari masalah ataupun bercitra jelek. Mereka selalu ingin terlihat, sempurna, pemaaf dan bodoh menurut Laluna.

"Mau lo apa?" Laluna menahan kekesalannya, "dari awal lo yang ga setia sama komitmen kita, lo yang nyakitin gue dan sekarang lo jadi seenaknya sama gue? Pake otak lo Arjunka-" ucapannya terpotong ketika Arjunka dengan kasar mencekal pergelangan tangan Laluna.

"Aku ga suka kamu ngomong kasar ke aku Laluna, aku masih tunangan kamu dan sebaiknya kamu berpikir lebih dulu sebelum menantangku. Orang tuamu tidak menganggapmu penting sepertinya" ucap Arjunka, membuat Laluna benar-benar emosi. Dia menampar pipi Arjunka dengan tangannya yang bebas dari cekalan Arjunka, kemudian berdiri dengan kasar.

"Gue ga akan sudi! Buat gue, kita udah selesai dari waktu lo ga bisa milih gue atau selingkuhan lo itu. Gue membuat semuanya mudah, ga usah sok dan harusnya lo berterimakasih ke gue" ujar Laluna. Dengan penuh tekat, dia akan membuka semua aib Arjunka di hadapan semua yang memperhatikan mereka, bahkan ada yang merekamnya. Tentu ini akan menjadi berita trending berturut-turut. "Lo!" Ucap Laluna dengan menunjuk tepat di depan wajah Arjunka, yang membuat Arjunka tersenyum miring. "Lo kira lo sepenting itu Arjunka? Gue ga butuh cowok ga setia dan ga bisa berkomitmen, gue ga butuh cowok yang plinplan kaya lo! Gue ga butuh cowok maniak yang nglecehin cewek! Gue ga butuh lo di dunia gue!" Seru Laluna, hampir berteriak di akhir kalimatnya. Lega, tapi entah kenapa hatinya sesak. Perasaan Laluna asli yang sialnya masih tersisa.

Arjunka hanya tersenyum menikmati Laluna yang menggebu, kemudian dia berdiri tepat di depan Laluna. Mensejajarkan tingginya dengan Laluna, menunduk menatap wajah Laluna. "Walaupun aku bilang aku milih kamu pun, kamu tetap pada keputusanmu kan?" Tanya Arjunka, tanpa Laluna menjawab Arjunka tertawa. "Karena itu hanya alasan kamu biar bisa pacaran sama Jayvyn! Dan kamu tau kan sekarang? Si keparat itu ga akan bisa milikin kamu! Cuma aku Laluna, keluarga kamu pun menyadari kalau kita pantas bersama. Bukannya dengan Jayvyn"

Laluna mundur satu langkah ketika Arjunka semakin mendekat, dia ingin membela Bagaskara namun mulutnya terlalu kelu. "Kenapa Laluna? Kamu ga bisa berkata-kata karena apa yang aku ucapkan benar?" Tanya Arjunka.

Laluna menggeleng, dia paling tidak suka di sudutkan seperti ini. Sekalipun dirinya benar, namun merasa terintimidasi seperti ini membuatnya kesal karena terlihat lemah. "Lo kira apa yang lo lakuin itu bener? Sekalipun lo milih gue ratusan kali, tapi kalo lo ga setia dan bahkan hampir memperkosa gue? Lo kira lo bener? Lo kira lo segitu berartinya di hidup gue sampe lo salah pun gue tetep sudi ada di deket lo? Engga Arjunka! Dari awal lo ga jujur ke gue, dari awal lo ga jadiin gue prioritas lo daripada cewek yang lo kata sahabat itu! Dari situ gue udah yakin kalo gue ga bisa sama lo, gue sadar bukan lo orangnya. Bukan lo yang gue mau untuk ada di sisi gue" suara Laluna terdengar tenang, namun sangat tegas. Menegaskan hubungan rancu mereka hingga menjadi tontonan seperti ini, ini sangat bukan Laluna.

Yang menonton sungguh seperti melihat drama secara langsung, Laluna pun tidak menyangka bahwa kisah percintaan ini menjadi konsumsi publik. Siap-siap saja, namanya lagi-lagi akan masuk ke dunia perlambean dan menerima banyak kritikan pedas netizen maha benar.

"Gue berharap kita bener-bener selesai Arjunka, gue yang bakalan mohon-mohon ke orang tua gue buat udahin semuanya kalo perlu-" ucapan Laluna perlahan terdengar samar ketika Laluna menyadari senyum miring Arjunka, yang sialannya membuat Laluna ragu dengan pembelaan dirinya. Apa memang, alur berjalan sebagaimana mestinya? Dia pun akhirnya termenung penuh keraguan, apakah semuanya akan kembali sesuai alur?

The Antagonist's Second ChanceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang