Jangan lupa votes sebelum membaca, dan komen sebelum membaca.
Laluna terbangun di atas pesawat yang sedang mengarah ke Negara tujuannya sedang mengudara. Dia terengah mengingat mimpinya tentang kehidupannya yang lalu, saat dirinya Laluna asli yang membaca sebuah novel berjudul 'The Girl's He Loved' yang berkisah tentang seorang Pria yang tidak lagi remaja dengan sahabat SMAnya ketika sang pria kehilangan masa lalunya saat ia berada di Negara Bunga, Negara yang akan Laluna datangi. Laluna menggigit bibir dalamnya, bagaimana bisa kematiannya di ceritakan dua kali di novel yang berbeda.
Di novel "She Is My Lover" Laluna menjadi antagonist yang di sebut hanya sampai pertengahan bab saja, berbeda dengan novel yang pernah ia baca. Laluna disini sampai awal bab saja, yang menjadi gadis pujaan pria itu di masa lalu. Yang menjadikan pria bernama Bagaskara Mahendra itu posesive dan obsesive untuk memimiliki sang gadis yang bernama Raisa Sara.
Laluna merinding, dengan segera dia mengatakan pada Bagaskara jika ia tidak lagi ingin pergi ke Negara yang mereka tuju, takut-takut Laluna berpikir kalau setelah ini dia bisa meninggal kapan saja di negara tersebut.
"Kita tidak bisa berputar begitu saja sweetie pie" ucap Bagaskara, dengan menggenggam hangat tangan Laluna.
Laluna seketika lemas, apa kehidupannya akan berakhir secepat itu di novel lain? Kenapa penulis tidak memberikan nasib baik di novel yang ia tulis? Walau ia sempat merasa lega, karena ia belum memasuki alur novel yang ia baca. Kemungkinan, tidak akan terjadi jika dia tidak memasuki novel yang pertama.
'Ada masalah apa sih penulisnya sama Laluna?' Batin Laluna.
Disinilah Laluna sekarang, di sebuah kamar mewah yang di hadapannya pemandangan kota yang gemerlap. Dirinya menggigit bibir dalamnya merasa cemas, ternyata dunia ini tidak terbatas. Dia kira, kalau dunianya terbatas dan dia tidak bisa kemana-mana selain di kota yang ia tinggali. Itu artinya, kemungkinan untuk tidak mengikuti alur juga bisa terjadi. Dan, untuk berpindah tempat juga pasti akan sangat mudah. Menghilang, menjauh dari semuanya, memastikan dia hidup bahagia.
Laluna merutuki dirinya sendiri, dia sedang liburan tapi otaknya tidak bisa tenang. Sedari tadi memikirkan kemungkinan terburuk, dia mencoba mengingat nasibnya di awal novel.
Dalam ingatan Laluna, gadis yang meninggal itu pun tak di sebutkan namanya. Yang membuat sang pria patah hati, terpuruk hingga membalaskan dendamnya pada pria yang membunuh gadisnya. Lalu, kenapa nama pria itu Bagaskara? Bukankah Bagaskara hidup di dunia Novel yang sama dengannya sebagai orang yang tak di sebutkan sama sekali di novel. Lalu, ada novel yang dalam hidup Laluna baca benar-benar nyata.
Laluna akan segera mencari keberadaan novel itu setelah sampai di rumah.
Bagaskara menyadari perubahan sikap Laluna, dia menggenggam hangat tangan Laluna. "Kenapa tiba-tiba ingin mengganti destinasi kita? Sebelum tidur, kamu terlihat sangat excited tentang liburan ini" ucap Bagaskara.
Laluna bergeming, dia lupa kalau Bagaskara selalu bisa keluar masuk kamar hotel mewahnya ini.
"Kak, bisa ga sih kakak tuh ketuk pintu dulu. Seengganya panggil namaku tiga kali" ucap Laluna gemas, apalagi jantungnya tidak bisa biasa saja jika berhadapan dengan Bagaskara.
Laluna sangat menyadari bahwa ini perasaan aslinya, bukan perasaan Laluna terdahulu. Karena sangat berbeda ketika respon tubuhnya melihat Arjunka dengan melihat Bagaskara. Dua orang yang mampu membuatnya berdebar secara berbeda.
Cerita ini tersedia di Karya Karsa, update setiap hari dan sudah sampai Bab 27 disana.
Yang mau baca duluan bisa di Karya Karsa Trnndht.
"Maaf ya" ucap Bagaskara, kemudian duduk di sofa panjang di hotel. Setelah Laluna mengangguk, Bagaskara kembali bertanya "seneng ga sama kamarnya?" Laluna mengangguk kembali.
"Jadi, Luna mimpi buruk saat tidur di pesawat. Luna mimpi saat kak Bagas di negara ini, Laluna mati. Dan, kak Bagaskara telat taunya, kak Bagas ga bisa nolongin Luna" ucapnya.
Bagaskara terdiam, dia menyimak raut wajah Laluna yang tampak cemas.
"Tapi, Luna kan disini sama Kak Bagas. Pasti kakak jagain kan?" Tanya Laluna.
Bagaskara mengangguk tenang, "Ga akan ada yang bisa nyakitin kamu, My Moon. Ga akan ada yang bisa ngambil kamu dari sisiku" ucap Bagaskara tetap tenang, berbeda dengan debaran jantung mereka.
Laluna terkejut dengan perkataan Bagaskara. Sebagai Lorenza, ia jelas tau perkataan Bagaskara ini mengarah kemana dengan jiwa posesif nya. Namun, karena ia berada dalam tubuh gadis yang baru menginjak dewasa. Ia hanya pura-pura tidak tau apapun.
Laluna tidak bisa menutupi kegugupannya, terlihat jelas di mata Bagaskara yang sekarang tersenyum tipis.
"Kakak balik kamar ya? Kamu istirahat dulu, nanti malam kita dinner bareng" ucap Bagaskara dengan lembut, meluluhkan hati Laluna berulang kali.
Laluna mengangguk, mengiyakan.
"Mau dinner dimana kak? Luna cuma bawa baju casual aja soalnya" jawab Laluna, bukannya GR tapi ia tidak membawa gaun jika Bagaskara mengajaknya makan di restoran mewah.
"Oke, tidak masalah. Kamu akan selalu cantik memakai apapun" Laluna mencibir, menutupi wajahnya yang bersemu dengan memukul pelan pundak Bagaskara yang berada di depannya.
"Kak Bagas hobby banget godain anak gadis orang" ucap Laluna, kemudian mengambil satu botol kopi yang ada di hadapannya dan meneguknya.
"Cuma kamu" jawab Bagaskara.
"Maksud kakak, cuma aku yang masih gadis yang di godain kakak?" Laluna memutar matanya, tidak mungkin kalau Bagaskara tidak bertemu siapapun sebelumnya.
Follow Instagram : TRNNDHT
"Tentu saja tidak ada yang lain, kamu satu-satunya" ucap Bagaskara mencoba meyakinkan Laluna. Ketulusannya tersampaikan, tapi Laluna tidak ingin menelan mentah-mentah. Dia punya misi untuk bertahan hidup lebih lama di dunia ini, menerima banyak cinta dari para laki-laki mapan dan tampan.
"Oh, ternyata begitu suara buaya" jawab Laluna dengan menatap Bagaskara jail. Senyumnya merekah melihat Bagaskara yang tidak merubah ekspresinya, melainkan hanya senyum tipis dan usapan lembut di puncak kepala Laluna.
"Bagaimana kalau aku menceritakan tentang masa kecil kita yang kamu lupakan Sweetie pie?" Tanya Bagaskara, mendekat duduk di sisi Laluna yang berdebar menerima tatapan lembut Bagaskara.
"Luna ga mau kalo malu-maluin, mending Luna lupain aja" ucap Laluna. Lorenza merasa hidup kembali, menjadi diri sendiri dan tidak mempermasalahkan alur.
"Jangan berani-beraninya nyoba untuk lupain aku dengan sengaja sweet heart" suara Bagaskara yang terdengar pilu.
"Jadi, kakak akan ceritain ke Luna? Apa keuntungannya buat Luna yang udah lupain?" Tanya Laluna tidak mengurangi keberaniannya.
"I will make you mine" Bagaskara membisikkannya pelan, di sisi wajah Laluna. Membuat Laluna merinding.
"I am not sure, tau kan? Aku baru aja putus dengan mantan tunanganku dan aku ga yakin bisa segera membuka hati" ucap Laluna.
"You will" entah kenapa senyum Bagaskara membuat Laluna semakin merinding.
- T B C -
4 Oktober 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
The Antagonist's Second Chance
Fantasy(HANYA AKAN LENGKAP DI KARYAKARSA) AWAL CERITA SUDAH TERSEDIA DI KARYAKARSA Lorenza berusia 25 tahun, yang tengah menjalani the quarter of life nya. Yang merasa hidup sedang berat-beratnya, menjadi junior di kantor tidak semudah yang ia bayangkan. S...
