Bright

1.1K 128 22
                                    

sifat dan karakter tokoh di cerita ini hanya karangan dari author, tidak ada sangkut pautnya dengan sifat asli dari tokoh-tokoh yang author gunakan sebagai media visual

sorry for typo

==================================================

✦✧ICEBERG✧✦

==================================================

deg

deg

deg

"s-sayang?"

suara sora bergetar dengan tangannya yang masih memegang knop pintu masuk ruangan séna. tubuhnya ingin segera memeluk gadisnya, tapi kakinya terlalu kaku untuk digerakkan

disana, di atas kasur, sora melihat kekasihnya kembali membuka mata, menatapnya dengan teduh walau tanpa kata

sora menggigit bibirnya dan berjalan pelan menuju kasur gadisnya, menahan dengan kuat agar cairan dari matanya tidak menetes keluar menggenangi pipinya

sora dengan pelan mengulurkan lengannya ke arah wajah séna, mengelus pelan pipi gadis yang masih lemah itu dengan lembut. perlahan ia duduk di samping gadis yang baru tersadar dari koma, sekuat tenaga ia menahan air matanya namun akhirnya terjatuh juga

suara isakan samar terdengar dari sora, ia bersyukur, sungguh sangat bersyukur karena gadisnya dapat membuka matanya kembali. ia menggenggam tangan séna dan menciuminya, menahannya di wajahnya dengan kedua tangannya

"jisoora?"

kedua orang tua rosénna memasuki ruangan anaknya, mereka tidak tega melihat sora yang sesegukan dan terisak saat menemui anak semata wayangnya, merekapun mengusap kepala sora dengan lembut, mencoba memberikan kekuatan untuknya

"om.. s-séna udah bangun om.. lihat, dia bisa lihat aku om, tante.."

sora mendongak dan menatap kedua orang tua séna secara bergantian dengan air matanya yang masih mengalir, tangannya masih menggenggam tangan gadisnya itu dengan erat

mr.walson mengangguk dengan menahan air matanya, sedang ibu rosénna sudah kembali mengelus kepala anak gadisnya itu dengan suara isakan yang kembali terdengar

sedangkan séna sedari tadi hanya bisa mengamati beberapa kejadian yang beruntutan, keadaannya masih belum bisa menangkap hal apa saja yang telah terjadi. ia tidak dapat merespon sekalipun ia ingin

dalam penglihatannya, tiba-tiba ada seseorang yang berlari menghampirinya, menangis untuknya, mengelus wajahnya dan mencium tangannya. entah apa yang terjadi, séna hanya dapat merasakan perasaan hangat di dadanya

séna melihat tiga orang yang sedang mengerumuninya, menyentuh dan mengelusnya, namun ia tidak dapat merespon walau dengan usahanya, ia mencoba membuka mulutnya

"nght.. aa.. a"

sora yang tiba-tiba mendengar suara séna langsung mengusap wajahnya dan memfokuskan seluruh perhatiannya kepada séna. ia menatap mata kekasihnya dengan dalam, mencoba menafsirkan arti dari tatapan masing-masing

"om!"

"tante.."

tanpa memutus tatapannya dengan séna, sora meneriaki orang tua séna terkait keadaan anaknya yang sedang berusaha mengeluarkan suara

"séna.. séna bicara om!! dokter.. panggil dokter"

dengan kaget mr.walson langsung berdiri dan berlari memanggil dokter. sejak pertama kali anaknya membuka mata dan terbangun dari komanya, ia sudah diberi tahu oleh dokter jika anaknya masih belum dapat mengeluarkan suara maupun berfikir. namun ia tetap mencari dokter karena teriakan dari sora

ICEBERGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang