Drrrttt!!! Alarm hp berbunyi. Rosie terbangun dari tidurnya. Diapun terhuyung jalan ke kamar mandi untuk langsung mandi dan siap ke kafe.
Namun dia baru ingat jika hari ini interview di YG. Diakan mau mencoba meski ntah nanti keterima atau tidak. Rosie hanya coba-coba.
---
YG ENTERTAINMENT
Ikut di barisan orang-orang yang daftar. Rosie mengantri untuk memberikan berkas persyaratan.
" Fotomu mana?" Tanya petugas.
Rosie lupa memasangnya. Diapun mengeluarkan dompet untuk mengeluarkan pas foto agar di tempel di lembar surat lamaran kerja.
Tidak lama datang sebuah mobil berhenti di depan gedung saat antrian cukup panjang. Keluar Alison dari sana duluan dan orang-orang sudah berteriak girang karena Hokky banget ketemu Jennie.
" Hai." Senyum Jennie yang membalas sapaan itu sambil jalan masuk ke dalam gedung.
Rosie memperhatikan kepergian Jennie.
" Hei nak!!" Panggil petugas bikin Rosie teralih padanya lagi.
" Langsung ke lobby. Tunggu antrian interview."
" Makasih."
Rosie berlalu masuk ke dalam gedung. Dia pun duduk di kursi kosong dan mulai nunduk membenarkan dasi dan kemeja putihnya agar tetap rapi dan penampilan menarik. Rosie juga keluarkan sisir kecil untuk merapikan rambutnya agar tetap dalam kondisi yang baik, tidak berantakan seperti habis di tiup badai.
Menunggu sampai 1 jam lebih, akhirnya nama Rosie di panggil. Dia masuk ke dalam untuk interview sebagai penentuan apakah dia salah satu orang yang diterima atau tidak. Karena YG hanya butuh 4 orang saja dari sekian banyak saingan diluar sana.
Selesai interview, Rosie mampir ke kafetaria YG untuk membeli makanan. Dia duduk di sudut, sendiri sambil menguyah makannya dan minum susu kotak rasa strawberry.
Gak lama, ada Alison dan Jennie masuk kantin. Mereka mendekati meja prasmanan untuk mengambil beberapa lauk dan pauk.
Rosie mencoba mengabaikan sampai Jennie datang ke kursi depannya untuk duduk dengan Alison sedepanan.
" Aku ingin cepat pulang nanti."
" Kamu sakit?" Tanya Alison.
" Badanku kurang enak. Aku takut sakit Unnie."
" Yasudah sehabis ini kita langsung pulang." Kata Alison. Menemani Jennie makan dulu baru mereka go home.
Alison kebetulan melirik keberadaan Rosie. Diapun nunduk untuk bicara pelan pada Jennie.
" Tumben YG membuka lowongan secara terbuka."
" Mungkin butuh staf segera."
" Kayaknya. Tapi apa YG memperhatikan visual sekarang?"
Jennie menoleh ke belakang. Dia ngeliat Rosie yang selesai makan lalu berdiri untuk pergi. Dia memakai ransel hitamnya itu. Dengan badan tinggi dan cukup berbobot. Makanya Alison bilang selera YG lebih ke visual kah?
" Dia mungkin keterima." Kata Jennie.
" Hanya menebak." Lanjut Jennie buat Alison mengangguk saja.
---
Apartemen
Jennie duduk di sofanya yang nyaman ini. Dia coba chat Dunkey untuk terus membujuk bertemu.
Ayolah Dunkey.
Kamu katanya suka aku.
Aku sibuk.
Kenapa kamu selalu bilang sibuk!?
KAMU SEDANG MEMBACA
Critical Love ✓
FanfictionJennie punya tameng seorang hacker yang akan melindungi dari berbagai skandal dan dating. Dunkey sebutan untuk para Jensetter padanya. Saat datang masalah terhadap Jennie, mereka meminta tolong Dunkey. Bahkan soal percintaan, Dunkey teman curhat yan...
