58. Ayangie~

801 111 26
                                        

Jennie pulang ke rumah. Dia berhenti di bawah tangga, melihat pajangan foto keluarga masih yang lama. Jisoo ikut melirik bersama Sandara.

" Ayo Jennie. Kamu bisa langsung istirahat di kamar dengan tenang." Kata Jisoo membuat Jennie naik perlahan ke tangga menuju lantai 3.

" Eomma~"

" Iya sayang? Mau apa?"

" Apa Appa tidak menjengukku?"

Jisoo menoleh ke samping melihat Sandara mengangkat alis.

" Mau bertemu Appa?"

" Oh~ Jennie.... rindu Appa."

" Geure.... Eomma telpon Appa dulu nanti. Bertanya sibuk atau tidak."

Jennie mengangguk. Jisoo juga langsung berbalik untuk keluar kamar. Dia melihat Choi yang berlalu masuk ke dalam rumah membawa barang-barang Jennie dari rumah sakit.

" Choi, katakan pada klien, aku baru bisa lusa untuk bertemu."

Choi mendongak ke lantai atas. Lalu dia mengangguk sigap untuk menuruti keinginan Jisoo.

Wanita itu akan di rumah sampai sore. Dia akan menemani Jennie di kamarnya.

" Kenapa bantalku ungu?"

" Memang ungu."

" Aku mau pinkeu~"

Jisoo menatap. Dia lalu berdiri dari kursi untuk keluar kamar. Tidak lama, dua bodyguard masuk ke dalam membawa bantal, sepray juga selimut warna pink.

" Unnie kapan belinya?" Tanya Jennie.

" Sudah lama. Tapi tidak pernah di pakai. Masih berlabel." Jawab Jisoo sambil melihat pelayan memasang cepat sepray itu.

" Ok. Sudah selesai. Ini pink." Kata Jisoo saat Jennie naik ke kasur, lalu dia guling-guling sambil memukul bantalnya untung memastikan ke-empukan.

" Aku mau salad~" Pinta Jennie.

" Bi!!"

" Unnie buatkan~"

" Aku mana paham membuat salad."

" Unnie menonton Yt agar paham."

Jisoo tersenyum getir. Dia langsung lemas saat Jennie sibuk menonton tv dan menunggu.

" Geure!! Akan aku buat!! Demi adikku, apa yang tidak!" Kata Jisoo yang berdiri dari duduknya, jalan keluar kamar menuju dapur sambil melipat lengan kemeja birunya.

Jisoo melihat hpnya. Mencari tutorial membuat salad selama pelayan mengeluarkan bahan-bahannya dari kulkas.

" Mau bantuan Nona?"

" Ani! Aku bisa! Pergilah mengerjakan yang lain."

" Baik Nona. Jika perlu apa-apa, kami akan datang."

Jisoo mengangguk singkat sambil memotong hati-hati buahan itu dengan pisau dapur. Tidak lama Sandara keluar kamar. Dia ke dapur untuk membuat susu karena teringat Jennie belum minum susu hari ini.

" Oh!? Hati-hati sayang!" Kata Sandara. Takut jari anaknya terluka.

" Gwaenchanha Mom! Aku bisa! I can!" Kata Jisoo sambil memotong pelan asal telaten.

Sandara memperhatikan sekali cara potong Jisoo. Dia tidak bergerak dari sana melihat anaknya di dapur untuk membuat sesuatu.

" Mau bikin jus?"

" Ani. Salad buah! Jennie memintanya Mom."

Sandara berbalik. Dia membuka lemari atas untuk mengeluarkan mayones dan keju parut. Dia membantu Jisoo. Melihat anaknya lama saat memotong, jadi Sandara bantu. Kapan lagi gitu selesai!?

Critical Love ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang