55. Weird Feeling

761 134 13
                                        

Kaki gelisah. Dia menghentak-hentakan ujung sepatu hitam itu di lantai. Jari mengetuk-ngetuk di atas paha celana dasar ini.

Ting! Lift terbuka. Rosie menoleh ke belakang melihat Jisoo masuk ke dalam ruangannya sendiri.

" Mwo haneun geoya?" Tanyanya terlihat tegas.

" Noona aku kemari-"

" Aku tidak terima tamu!"

" Ani-- igo..."

" Ya! Aku bosmu!" Tatap tajam Jisoo hingga terasa sekali, raungan harimau itu di wajahnya.

Rosie membungkam mulut dan menelan ludahnya susah payah sambil dia terduduk lutut langsung di depan Jisoo lalu mendongak ke arahnya.

" Joesonghamnida!!!" Ucapnya langsung yang nunduk sambil tangan meremas kuat celana dasarnya.

" Chk!" Decak Jisoo sambil nunjuk-nunjuk Rosie.

" Beraninya kamu--"

" Tanda cintaku padamu Sajangnim!" Kata Rosie langsung sambil mengangkat perlahan tangannya membentuk love. Itupun pergerakannya aneh.

" Kamu mengibuliku!" Kata Jisoo sambil menggertak.

" Hhaaakk~~ Mianhe Noona!!!!" Teriak Rosie sambil terduduk langsung di lantai dan termundur.

" Heiisshh joengmal!!" Kesal Jisoo sambil getaran hp di tangannya membuat wanita ini melihat siapa yang menelpon.

" Oh?"

"..."

" Dia disini."

Rosie memperhatikan Jisoo disana. Sepertinya yang menelpon Jennie. Setelah selesai dengan waktu yang singkat, Jisoo mematikan telponnya.

" Pergilah!" Kata Jisoo sambil berlalu melewati Rosie untuk ke mejanya.

Rosie berdiri. Dia membenarkan jaketnya sambil memperhatikan Jisoo disana.

" Jennie menyuruhmu pulang dan bersiap."

" Wae?"

Jisoo menoleh ke arahnya sambil meletakkan hp.

" Walking around." Jawabnya.

•••

Helikopter berlalu. Logo GC terlihat di ekor belakang. Berlalu kendaraan udara itu mendekati lokasi pendaratan.

Rosie melihat dari jendela kaca. Lapangan luas dengan jalur mobil dan motor. Bahkan disana ada tempat camp nya.

Pria itu tersenyum saat menoleh ke samping. Menatap Jennie yang menggandeng lengannya.

Mendarat lah tiga helikopter disana. Para bodyguard segera turun dan lari-lari membuka pintu helikopter depan.

Seokjin turun duluan sambil dia memegang tangan Dara untuk di bantu turun. Lalu di pintu sebelah ada Rosie dan menyodorkan tangan pada Jisoo. Tapi wanita itu masih kesal dengannya hingga mengabaikan bantuan ini dengan cara turun sendiri.

Rosie kecap mulut sambil sigap menyodorkan tangan untuk Jennie yang menerima. Lalu Jennie gandeng tangan Rosie untuk jalan di belakang keluarganya.

---

Seokjin naik ke atas motornya. Dia coba melihat sekitar body motor.

" Oppa." Panggil Jennie. Seokjin melihat ke arahnya. Dia sudah bergaya saat Jennie mengangkat hp untuk banyak mengambil foto.

Rosie tersenyum melihatnya. Diapun menoleh ke samping, melihat Sandara memakaikan jaket suaminya setelah berganti pakaian yang cocok untuk balapan dengan sang anak di jalur.

Critical Love ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang