Jennie meratap. Dia mencetak foto-fotonya bersama Rosie.
Membeli alat percetakan sendiri, Jennie tidak perlu menyuruh orang mencetak fotonya. Dia bisa melakukan ini seharian kalau perlu. Hasilnya juga bagus. Dia membuat itu jadi double agar Rosie bisa memilikinya juga.
" Ahh~chotha!" Ucapnya.
Dia foto hasil cetakannya agar Rosie datang ke apartemen untuk mengambil sekalian pulang kerja nanti.
---
Rosie melihat kiriman chat Jennie. Dia tersenyum sendiri di mejanya sambil membalas chat wanita itu. Bahkan di lirik oleh karyawan lain.
" Hemm...chattan dengan siapa?"
Rosie mendongak langsung.
" Ahh. Tidak ada..."
" Pacarmu ya Rosie?"
" Bukan haha..."
" Heemm tidak bisa di percaya."
Rosie hanya memberi kekehan. Diapun fokus ke komputer lagi untuk lanjut bekerja.
Ting!! Lift terbuka di ujung sana. Semua orang melihat jika mendadak, muncul Jisoo yang buat mereka segera merapikan pakaian dan pura-pura bekerja fokus.
Jisoo berbelok ke jalur tengah susunan meja-meja kerja karyawannya. Lalu dia ke meja belajar, mendekati meja Rosie.
" Rosie."
" Ne!?"
Rosie langsung berdiri.
" Ne Sajangnim?"
" Ayo survey."
" Emm baik Sajangnim!"
Rosie nunduk untuk membereskan semua barang-barangnya. Dia akan langsung pulang pasti nanti. Tidak akan kembali ke ruangan ini karena survey pasti sampai sore.
" Aku duluan Hyung." Pamit Rosie.
" Oh! Hati-hati."
Rosie lari kecil mengikuti Jisoo di belakangnya. Kedua orang itu masuk ke dalam lift bersama.
" Tumben Sajangnim menjemput sampai ke ruangan ini?"
" Padahal ada resepsionis yang bisa menyampaikan lewat spiker."
Mereka semua mengangguk pelan sambil bibir wanita-wanita disana cemberut kusut.
---
Sampai di satu Mall, mereka survey pemasaran Dior. Rosie sibuk ngeliatin sana sini. Pakaian wanita yang terpajang dan dia sempat nunduk untuk melihat label harganya.
" Shhiiiss~~!!" Umpat pelan Rosie yang melupakan rasa penasaran ini setelah melihat harganya.
" Gajiku 3 bulan tidak cukup membelinya." Ujar Rosie.
" Rosie." Panggil Jisoo membuat Rosie menyaut dan jalan cepat mendekatinya.
" Ini karyawanku. Mungkin kamu bisa mengirimkan laporan padanya soal barang keluar masuk." Kata Jisoo dan semua pelayan disana mengangguk manut.
" Yasudah. Silahkan bekerja kembali. Aku akan langsung pergi. Aku harap tidak ada kekurangan sampai terdengar ke pusat." Jelas Jisoo membuat semua pekerja itu memberi tundukan sopan.
" Permisi." Ucap Rosie yang melintas pamit.
" Sajangnim!"
Rosie lari mengejar agar jalan sejajar dengan Jisoo.
" Bi-bisa kita mampir kesana sebentar?" Pinta Rosie.
Jisoo berhenti jalan sambil menoleh ke belakang. Melihat koleksi Chanel yang membuat Jisoo mengangkat alis dan mengangguk menuruti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Critical Love ✓
FanfictionJennie punya tameng seorang hacker yang akan melindungi dari berbagai skandal dan dating. Dunkey sebutan untuk para Jensetter padanya. Saat datang masalah terhadap Jennie, mereka meminta tolong Dunkey. Bahkan soal percintaan, Dunkey teman curhat yan...
