26. Miss you

909 158 8
                                        

Mobil Jisoo datang. Berhenti di tempat biasa untuk menurunkan tuan rumahnya. Lalu menyusul motor Rosie yang masuk area perusahaan. Dia dilirik para partner kerjanya yang juga baru sampai. Melihat senyum betapa gantengnya Park sekarang semenjak punya motor.

Jisoo memperhatikan. Diapun acuh sesaat untuk pergi masuk namun panggilan Rosie membuat pria itu lari menyusul.

" Pagi Sajangnim! Aku tidak telat majayo?"

" Hem. Nanti, kita pemotretan. Jam 11. Kamu tidak perlu ke kantor lagi. Kerjamu hanya sampai jam 10."

" Siap Sajangnim!!!" Hormat Rosie. Penuh senyum lebar sambil menekan lift untuk Jisoo.

Rosie punya pekerjaan double dimana dia harus menerima itu karena gaji modeling tentu lebih besar ketimbang staf kantor.

Dia belum mengatakan hal ini pada Jennie karena tidak punya waktu. Lagipula Jennie sibuk. Jadi bisa nanti saja mengatakannya.

" Waahh! Wahh!"

Sibuk para pegawai juga staf-staf lain melihat hp untuk berita terbaru pagi ini.

" Benar! Itu Rosie!" Kata mereka sambil melihat cepat ke arah ruang cetakan dimana Rosie sibuk potocopy berkas.

" Rosie."

Saat Rosie keluar, dia di panggil.

" Ne Hyung?"

" Kamu semalam dinner dengan Sajangnim?"

" Ah!?"

" Ini kamu kan?"

Dia menunjukkan foto-foto Rosie yang makan di sebuah kedai dengan Jisoo. Juga saat naik motor berdua di jalanan. Semua itu ada di SNS dan mengatakan jika Jisoo sedang jalan bersama kekasihnya.

Mata Rosie mendelalak.

" Siapa yang menyebarkannya?" Tanya Rosie.

" Ntahlah. Yang pasti ini di ambil dari berbagai sudut."

Rosie terdiam sambil berbalik untuk pergi begitu saja.

" Itu pasti karena di kedai kemarin ramai! Mereka mengambil fotonya!" Gumam Rosie.

" Bagaimana ini? Sajangnim pasti marah!" Lanjutnya.

Ting! Tung!!! Suara pemberitahuan speaker terdengar. Semua orang mulai mendongak dan memasang telinga untuk panggilan Sajangnim mungkin.

" Rosieanne Park... staf kreatif. Di tunggu Sajangnim di ruangannya. Sekali lagi....bla bla bla..."

Rosie berhenti jalan turun dari tangga darurat. Dia langsung gerutu dan lemas.

" Astaga!! Matilah aku!!"

---

SNS di scroll perlahan ke bawah.

" Untuk apa lagi melihat? Itu benar-benar Rosie!" Kata Sehun.

" Hiks..... Jisookuuuuu! Rosie! Bisa-bisanya!!" Gerutu Lim. Dia nangis sambil nyandar di lengan Seulgi dan memukul-mukul kesal meja kerjanya.

" Jennie mungkin melihatnya." Kata Seulgi.

" Majayo." Angguk Sehun.

---

Mata terpaku menatap. Semua fotonya di lihat jelas bagaimana Rosie mengobrol dengan Jisoo di lapak seafood, naik motor di bantu, pakai helm di pakaikan bahkan senyuman manis Rosie terlihat merekah saat merespon Jisoo yang bicara. Jennie melihat itu semua.

" Jangan cemburu." Kata Alison.

" Aku---!" Omongan terhenti. Jennie merasa dia tidak perlu cemburu. Tapi hatinya berkata lain.

Critical Love ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang