13. Hal tak terduga II

968 164 3
                                        

Rosie membenarkan penampilan di WC. Dia sibuk sisiran lalu memakai dasi yang rapi terbalut jas hitam ini. Semoga interview nya membuahkan hasil memuaskan.

" Rosieanne Park?"

" Oh iya."

Rosie berdiri dari duduk. Dia langsung masuk ke ruang interview untuk memulai beberapa pertanyaan dari atasan.

" Selanjutnya." Kata Jisoo langsung.

" Harusnya Sajangnim bertanya setidaknya 5 pertanyaan." Kata Rosie sampai Jisoo mendongak ke depan.

" Untuk apa aku bertanya banyak? Aku yang menawarkan pekerjaan padamu langsung."

" Tapi aku ingin mempunyai suasana ketegangan saat interview."

" Apa YG begitu?"

" Ne." Angguk Rosie dan Jisoo cuek sambil nunduk melihat biodata Rosie lagi.

" Lihat! Untuk apa aku bertanya soal IT jika kamu lulusan terbaik Seoul university?" Kata Jisoo. Menunjukkan surat lamaran Rosie ke orangnya langsung.

" Dosennya mudah memberi nilai Sajangnim."

" Hah~~ sudahlah. Nanti aku akan interview pada saat jam istirahat. Sekarang keluar. Masih banyak orang yang mau aku tanya." Kata Jisoo sambil membuka berkas peserta lain.

Rosie memberi tundukan singkat. Diapun berbalik sambil jalan pelan keluar ruang CEO Dior.

---

Pukul 12.05, Jisoo keluar dari ruangannya. Dia melewati banyak karyawan yang berlalu lalang penuh sopan padanya.

" Mana Rosie?" Tanya Jisoo.

" Dia di bawah Sajangnim."

Jisoo langsung menekan lift. Dia turun ke bawah untuk menemui Rosie yang menunggu di lobby sampai ketiduran. Bahkan mulut menganga di depan Jisoo bikin staf lain pada nahan ketawa semenjak tadi sibuk ngikik tanpa mau membangunkan.

" Hei!" Senggol Jisoo.

" Hem!" Kaget Rosie. Dia langsung berdiri buat Jisoo kaget dan termundur oleng karena high heels nya yang cukup tinggi membuat tak seimbang.

Segera ransel jatuh, Rosie langsung menahan, memegang pinggang Jisoo lalu menarik membuat wanita itu menyentuh bahunya.

Mata berkedip kaget. Rosie terdiam mandang wajah cantik Jisoo bikin pangling gak karuan.

Semua karyawan disini kaget. Mereka membuka lebar mulutnya saat pria itu berani memeluk Sajangnim yang terbilang galak di kantor.

Jisoo termundur, melepas kaku tangannya tersentuh di bahu Rosie. Si Park juga memberi tundukan berulang kali untuk meminta maaf.

" Kamu--"

" Jisoo."

Kemarahan tertahan perihal suara itu buat keduanya melihat. Jisoo langsung menoleh ke belakang, menemukan Sandara mengangkat alisnya, berdiri di sekitar manager juga asisten keluarga.

---

Makanannya banyak setelah semua pelayanan restoran meletakkan pesanan di meja. Rosie memegang sendok dan belum bergerak mengambil sesuatu.

" Silahkan di makan." Kata Dara buat Rosie mengangguk. Dia berdiri dari duduknya lalu menyodorkan tangan kanan untuk mengambil lauk yang ingin dia cicip.

" Kamu mau apa?" Tanya Dara.

" Ayam." Jawab Jisoo sampai Dara mengambilkannya untuk Jisoo yang cemberut saja. Tidak ada senyum sama sekali.

Suara sendok menghantam piring bikin kedua wanita ini melihat Rosie. Si Park lahap makannya bikin Jisoo menyipitkan mata.

" Hehe...." Senyum cengirnya buat makan dengan tenang.

Critical Love ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang