17. something's wrong

1K 178 10
                                        

Drrtt!!! Drrtt!!!

Rosie terbangun dari tidurnya. Dia terduduk di tepi kasur sambil mengusap wajahnya yang masih sembab dan cukup kacau.

" Hah~~ masih sakit." Ucapnya memperhatikan lengan ini dalam kondisi yang serasa makin parah.

Rosie melakukan kegiatannya di hari ketiga dengan tangan kanan yang terikat tanpa bisa bergerak.

" Argh!" Ringisnya. Langsung tertunduk merasakan senggolan siku kanan mengenai pintu lemari baju.

Selalu seperti itu. Rosie memang gerasak-gerusuk karena dia bukan tipe yang lambat.

" Astaga!" Kesal Rosie. Sulit memasang tali sepatu membuatnya terburu-buru karena takut telat lagi.

" Ah! Shibal!!" Umpatnya. Langsung menyaut tangan, keluar rumah dan pergi tanpa mengikat tali sepatunya.

Lari Rosie mengejar bis kota. Dia melompat naik saat bis hampir ingin berjalan pergi.

" Hah~~" Helahnya. Pagi-pagi sudah berkeringat dan membuang banyak tenaga.

" Argh shhiii~~ hpku tertinggal! Good Rosie! Kerja bagus!" Senyum getir Rosie.

---

Jennie menjauhkan hpnya karena Rosie di telpon-telpon tidak mengangkat bahkan ini sudah telpon ke-5.

" Kesiangan?" Tanyanya.

" Ih!! Apa dia sengaja!?" Jennie kesal. Dia meletakkan kasar gelas susunya di atas meja pantry.

---

Rosie bekerja seperti biasa. Dia akan menghadap laptop sekitar 2 jam. Jika sudah, baru dia berlalu ke ruang potocopy sekitar 10 menit cukup sepertinya.

" Rosie, kopimu di meja." Kata temannya.

" Gomawo Hyung."

" Ne!" Jawab pria itu berlalu menjauh.

Selesai dari ruang percetakan, Rosie membawa berkasnya dengan pelukan di tangan kiri.

" Duh!" Repot Rosie. Dia sempat berhenti jalan karena tumpukan ini mau jatuh.

Semua wanita disana gercep berdiri dari duduknya. Mereka langsung mendekati Rosie untuk membantu bikin partner cowok ngeliatin aja sambil gerutu.

" Makasih." Ucap Rosie sambil tersenyum kecil bikin hati mereka seperti terpanah karena Rosie terbilang cuek dengan partner wanita di kantor ini.

" Aku duluan."

" Iya. Hati-hati."

" Hem."

Rosie berlalu pergi ke arah lift untuk memberi laporan terbaru pada Jisoo. Saat pintu lift tertutup, semua wanita ini mendadak melting bikin suara bising di ruang staf kreatif.

" Mwoya!?" Kesal pria-prianya.

" Apa dia letoy? Bawa sendiri saja tidak bisa!" Timpal yang lain.

" Apa kamu buta? Tidak lihat tangannya luka?" Tanya balik mereka.

" Good looking selalu menang."

" Jika ingin di perhatikan seperti Rosie, setidaknya kamu cuek dan tampan."

" Aku tampan!!"

" Apa? Kurang keras? Cobalah berkaca. Bahkan office boy Company lebih menarik aku pandang." Jawab wanita-wanita sensi yang bikin hati semua pria disana sakit.

---

Ting!! Lift terbuka. Rosie masuk ke dalam, jalan mendekati meja Jisoo di ujung sana, di tengah ruangan yang luas ini. Bahkan Rosie harus berjalan sekitar 60 m buat ke meja itu.

Critical Love ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang