Jennie melakukan perawatan rutin. Setelah lepas infus dan di rawat jalan di apartemen selama 1 Minggu, dia kembali pulih. Namun tetap terapi di rumah sakit rutin setiap 1 Minggu 2x.
Always Rosie menemani. Terkadang jika tidak ada Park, Alison dan Jin yang kan menemani Jennie terapi.
Belum lagi setelah Jennie selesai perawatan mental, barang-barang penting di apartemen di angkut oleh keluarga Kim. Jennie harus tinggal dengan Sandara setelah keluarga mengetahui rencana bunuh diri Jennie. Jadi Nicklas memutuskan agar Jennie bisa tinggal di rumah Dara. Belum lagi Jackson sudah mengatakan sejak awal agar Jennie bisa ke rumah.
" Ini kamarku?"
" Hem. Kamar barumu." Jawab Sandara dengan senyum hangat saat Jennie melihat kamarnya luas, disekat lagi oleh ruangan lain seperti ruang ganti, ruang pakaian, dan kamar mandi.
Kedatangan Jennie di rumah ini disambut hangat oleh pelayan, pekerja lain di rumah Company. Bahkan keluarga sendiri.
" Mwoya?" Tanya Jisoo saat Jennie berdiri di samping pintu ruang kerjanya, ngintip-ngintip karena takut masuk.
" Iriwa." Panggil Jisoo sambil mematikan laptopnya.
Jennie masuk. Dia melihat sekitar ruang kerja Jisoo. Benar-benar mewah dan super luas untuk satu meja dan lemari dua saja. Namun ada dua sofa dengan tipe berbeda setiap sudutnya.
" Unnie tidak pergi kerja?" Tanya Jennie yang lompat-lompat duduk di sofa Jisoo. Padahal dia sama kaya nya dengan Jisoo dikatakan secara finansial. Namun Jennie tipe yang suka hal baru! Jadi sesuatu yang membuatnya menarik perhatian pasti akan di coba.
" Aku mau sofa seperti ini Unnie!" Kata Jennie.
Jisoo terdiam. Baru kali ini dia di manja oleh Jennie. Pasalnya, di keluarga Jisoo paling muda. Juga, dia jarang manja dengan orang tua. Tapi....... sekarang Jennie adiknya. Dia lebih muda di rumah ini.
" Bagaimana Nona?" Tanya Pak Choi.
Jennie mengangguk girang. Dia full senyum saat sofa di kamarnya di ganti dengan sofa yang sama di ruang kerja Jisoo. Wanita itu langsung membelikannya di hari yang sama saat Jennie minta.
25 miliar uang receh banget Jisoo! Dia mudah mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah set sofa.
" Sudah?" Tanya Jisoo yang mendongak ke lantai tiga melihat semua pekerja membawa turun bersama sofa-sofa lama di kamar atas.
" Kamu membeli sofa lagi?" Tanya Dara keluar kamar di lantai bawah.
" Oh. Jennie memintanya."
" Wae?"
" Dia iri dengan sofaku Mom."
Dara tersenyum kecil. Diapun penasaran dan naik ke atas pelan-pelan untuk ke kamar anaknya.
" Sofa baru~ Jisoonie beli!!" Kata Jennie sambil tiduran di sofa nya, guling-guling aja disana sampai bosan.
" Warnanya bahkan sama." Kata Dara.
" Aku suka Eomma!"
Dara tersenyum lebar. Dia melihat anaknya betah di rumah. Selalu di manja keluarga.
Dengan Jisoo sudah, dengan Eomma sudah. Tinggal Daddy dan Seokjin saja yang belum diminta apa-apa sama Jennie.
Tapi kebetulan setelah 1 Minggu Jennie di rumah ini, Seokjin pulang dengan Taehyung dan Jungkook yang di ajaknya.
Taehyung kaget bertemu Jennie untuk pertama kalinya setelah rumor dating aneh yang menyeret nama keduanya.
Tapi Jennie diam menatapnya sambil memegang gelas susu. Diapun cuek berbalik jalan menuju kamarnya. Jungkook sudah cengir sambil Seokjin senyum pada Taehyung yang nunduk malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Critical Love ✓
FanfictionJennie punya tameng seorang hacker yang akan melindungi dari berbagai skandal dan dating. Dunkey sebutan untuk para Jensetter padanya. Saat datang masalah terhadap Jennie, mereka meminta tolong Dunkey. Bahkan soal percintaan, Dunkey teman curhat yan...
