59. Sebuah perbedaan

880 125 9
                                        

Rosie melihat cincin di kotak perhiasan bewarna hitam. Dia tersenyum hangat sambil membayangkan bagaimana respon Jennie saat dia melamar.

" Aku tidak sabar bertemu dengannya nanti." Ucap Park yang duduk di sofa sampai lanjut makan mie instan sebelum berangkat kerja.

---

Hari ini Jennie belum masuk agensi. Dia memang tidak diperbolehkan sampai 5 hari perawatan di rumah.

Wanita itu berada di ruang kerja Jisoo. Dia sibuk keliling ruangan ini selama Jisoo menerima telpon dari perusahaan YSL.

" Unnie, ayo keliling komplek dengan sepeda." Ajak Jennie.

" Kamu masih sakit."

" Aku bosan~~!" Keluh Jennie sambil terjatuh tidur di sofa panjang.

Jisoo masih langsung bicara di telpon. Dia mengabaikan sejenak Jennie disana yang sibuk menggetarkan bibir, membuat suara aneh.

Setelah selesai, hp tergeletak di meja, Jisoo baru ngeliatin adiknya.

" Pergilah jalan dengan Choi."

" Shiro!!"

" Waeyo? Kamu mengatakan boring barusan."

" Aku mau naik sepeda~~"

" Kita tidak ada sepeda! Pakailah mobilan Seokjin. Hari ini pekerjaanku menumpuk sekali sejak kemarin."

" Ah!" Jennie ngambek. Dia berdiri dari tidurnya, menatap garang Jisoo yang mengangkat dagu memperhatikan tingkah Jennie.

" Uh! Uh! Uh!" Ngambek Jennie sambil menghentak-hentak kaki di atas karpet bulu itu.

Jisoo sampai menggigit bibir bawah dan mata menyipit sempit.

---

Roda kecil di belakang sebagai penopang. Kaki mendayung girang sepeda baru warna hitam, ada keranjang juga di depannya. Jennie di kejar-kejar bodyguard tiga yang ikut bersama untuk keliling komplek.

Di susul, ada Choi yang mengemudikan buggy car kecil. Kursi belakang, Jisoo duduk sambil melipat tangan dengan tatapan malas karena harus keluar tengah hari, panas terik, dia benci keringat!

Banyak orang-orang yang kaget saat ada Jisoo dan Jennie jalan-jalan di komplek luar rumah group Company. Mereka langsung mengangkat hp untuk merekam Jennie yang mendayung ceria sambil tersenyum malu waktu di goda cantik wajahnya sama seperti sang Kakak.

" Hah~~! Pekerjaanku makin hari makin banyak!" Ucap Jisoo.

Choi melirik ke spion tengah untuk melihat Jisoo yang duduk membelakangi.

" Sesekali Nona. Anda baru inilah memanjakan Jennie."

" Huft~~" Helah panjang nya sebagai respon.

---

Berdiri depan lapak es krim, Jennie berbalik mendekati sepedanya meninggalkan Jisoo yang menyodorkan black card untuk membayar.

" Kajja~!" Ajak Jennie mendayung sepedanya lagi sampai bodyguard yang baru duduk menikmati minuman segar, kembali lari mengejar.

" Nona~~!!" Panggil mereka sambil lari-lari menyeruput es jeruknya.

" Ayo Nona!! Nanti Jennie hilang!!" Kata Choi sebari Jisoo duduk di kursi belakang.

Dia baru nganga untuk makan es krimnya, namun Choi membawanya sedikit ngebut sampai pipi Jisoo kena noda es krim duluan.

---

Sepeda berhenti perlahan depan toko sepatu. Jennie turun dari sana, masuk ke dalam sambil para bodyguard akhirnya tiba sebari ngos-ngosan mendekati kursi untuk istirahat sebentar.

Critical Love ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang