Wow Rapinya

56 0 0
                                        

Oleh Ny. Widya Suwarna

Bobo No. 48 Tahun XXIX 28 Februari 2002


Anak perempuan itu bernama Kezia. Mita ingin mengenalnya walau mereka tidak sekelas. Mita bahkan ingin juga bermain di rumah Kezia. Wajah Kezia sebenarnya biasa saja. Hidungnya agak pesek, bibirnya tebal, badannya agak gemuk. Namun, menurut Mita, Kezia sangat menarik. Matanya bening bagai telaga. Wajahnya pun selalu dihiasi senyum ramah. Rambut ikalnya rapi dikuncir satu dan diberi hiasan. Kukunya selalu terpotong rapi. Seragam putihnya bersih dan mencolok bila dibandingkan dengan seragam anak lainnya.

Suatu hari keinginan Mita terkabul. Seusai sekolah, Kezia mendekatinya dan bertanya, "Jadi hari ini main ke rumahku?"

"Tentu saja, kalau kamu tidak keberatan!" Mita berbasa-basi.

Kezia tersenyum manis.

"Bukan saja tak keberatan, tapi kamu wajib datang ke rumahku. Sebab kamu sudah janji. Ibu sudah memasakkan sayur ayam untukmu!" kata Kezia.

Mita dan Kezia naik bis dan turun di sebuah halte. Lalu mereka masuk ke sebuah gang dan akhirnya tiba di depan sebuah rumah kecil.

"Nah, inilah rumahku. Kecil mungil. Kalau datang tamu sepuluh orang, sebagian harus duduk di lantai!" kata Kezia.

"Wow, rapinya!" seru Mita kagum. Di halaman rumah yang sempit itu ada taman kecil, kolam ikan berbentuk hati, lampu taman, rumput halus, bunga mawar, dan beberapa tanaman hias. Kezia memasukkan anak kunci untuk membuka pintu dan Mita masuk ke ruang tamu.

Ruang tamu juga kecil, tapi sangat asri. Ada teve, meja dengan taplak indah dan vas bunga. Di dinding hanya tergantung kalender dan foto keluarga serta sebuah whiteboard kecil. Ada berbagai catatan di sana: Masak untuk Mita, rendam seragam dengan pemutih, telepon Oma, sikat bak kamar mandi, rapat lingkungan, kuras kolam ikan.

 Ada berbagai catatan di sana: Masak untuk Mita, rendam seragam dengan pemutih, telepon Oma, sikat bak kamar mandi, rapat lingkungan, kuras kolam ikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Waaah, namaku tercantum di sana!" seru Mita kagum.

"Iya, di whiteboard ini tercantum pekerjaan sehari-hari yang akan kami lakukan!" kata Kezia. "Tiap malam kami menuliskan rencana kerja esok hari!"

"Yuk, kita cuci tangan, lalu makan!" ajak Kezia.

"Mana ibumu?" tanya Mita.

"Ibuku guru, mengajar di SMP Budi Asih. Hari ini pulang sore, karena harus mengajar kelas sore. Ayahku guru Matematika di SMA Anugerah. Sehabis mengajar di sekolah, pergi lagi mengajar les privat!" jawab Kezia.

"Oh, keluarga guru toh! Pantas kata anak-anak kamu ini pandai!" kata Mita.

"Ah, aku biasa saja, belum jadi juara kok!" kata Kezia merendah. "Kamu sendiri yang hebat. Kata anak-anak kamu selalu juara mengarang. Tulisanmu sudah beberapa kali dimuat di Majalah Anak-anak!"

"Aku memang ingin jadi wartawan. Semoga saja tercapai," kata Mita.

"Ayo, duduklah. Cicipi makanan seadanya!" ajak Kezia. Lagi-lagi Mita kagum pada kerapian di dapur kecil yang sekaligus menjadi ruang makan. Semua tertata rapi. Mereka makan di piring yang berbunga-bunga indah, sayur asam di mangkok kristal, sambil di piring kecil berbentuk daun, empal goreng di piring kecil yang semotif dengan piring makan, serbet bersulam, dan kerupuk di toples bertutup merah bersih. Nasi putih di wadah stainless steel juga mengundang selera. Bahkan tempe goreng pun dipotong segitiga rapi dan buah rambutan sudah dikupas, tinggal dimakan.

"Wow, rapinya!" sekali lagi Mita mendesah kagum. "Seperti pesta saja!"

"Kamu ini lucu. Makan sayur asam dibilang seperti pesta!" kata Kezia. "Kalau soal rapi sih, itu hal wajar. Kami ini kan keluarga guru. Kalau murid-murid Ayah dan Ibu datang ke sini dan rumah kami berantakan, kan malu!"

"Iya juga ya!" Mita mengangguk-angguk mengerti.

Kedua anak itu makan sambil bercakap-cakap.

"Kata ibuku, Tuhan ingin kita rapi supaya tampak tertib dan indah. Buktinya Tuhan menciptakan bunga-bunga yang indah, alam yang indah, matahari selalu terbit tiap pagi dan terbenam di waktu petang!" kata Kezia.

 Buktinya Tuhan menciptakan bunga-bunga yang indah, alam yang indah, matahari selalu terbit tiap pagi dan terbenam di waktu petang!" kata Kezia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kami selalu bangun pagi hari, berdoa, olahraga di depan rumah, dan kemudian sibuk dengan tugas masing-masing. Paling lambat pukul 21.30 kami harus tidur agar tidak terlambat bangun. Ayah dan Ibu tidak ingin terlambat tiba di sekolah. Mereka merasa gagal kalau sampai terlambat. Mereka kan harus mengajar disiplin pada murid-murid. Jadi, mereka pun harus disiplin."

"Aku pernah baca, cara mengajar yang baik adalah dengan memberikan teladan. Percuma saja, kalau kita mengajarkan hal-hal yang baik, tapi kita sendiri tidak melakukannya!" kata Mita.

Selesai makan, Kezia mencuci piring, sendok, dan gelas. Mita membantu mengelap sendok dan garpu.

"Sendok dan garpu harus dilap segera setelah dicuci. Kalau tidak nanti jadi jelek. Gelas dicuci duluan, karena gelas yang paling bersih!" kata Kezia.

"Wah, cuci piring dan gelas pun ada aturannya!" celetuk Mita kagum.

"Segala sesuatu memang ada aturannya. Kalau tidak berolahraga, tubuh menjadi lesu. Kalau tidak buat PR, dimarahi guru. Kalau ...."

"Kalau datang ke sini tidak janji dulu, tidak dimasakkan makanan yang enak!" potong Mita dan mereka tertawa.

Selesai mencuci piring, mereka berdua membuat PR di kamar Kezia.

Setelah selesai belajar, Mita pamit pulang.

"Sebenarnya aku malas pulang. Nyaman sekali di sini. Kamarmu saja seperti hotel. Baiklah, sampaikan terima kasih pada ibumu, ya. Masakannya lezat. Oh ya. Aku jadi tergerak untuk beres-beres di rumah. Biar suatu hari nanti bila kamu main ke rumahku kamu pun bisa berseru: 'Wow, rapinya!'"

Kezia tersenyum gembira. "Ayah dan Ibu pasti bangga bila kuceritakan hal ini. Pasti mereka akan bilang: 'Wow berhasil juga ya misi kita, memberi contoh kerapian dan ketertiban,'" gumam Kezia di dalam hati. ***

Kumpulan Cerpen dan Dongeng Bobo 2002Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang