Di desa Trolls, semua orang mengenal keluarga Bawang Kecil. Sebab jumlah anak mereka banyak. Dalam keluarga itu, ada enam gadis kecil. Olga, si sulung, si kembar tiga Julia, Tania, dan Lola, lalu Nina dan Natasha. Si bungsu, satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga, bernama Desire. Di desa Trolls, tak ada yang lebih nakal daripada Desire Bawang Kecil.
Besok tanggal satu Januari. Keluarga Bawang Kecil berangkat ke rumah Nenek Trolls untuk berpesta tahun baru. Nenek Troll tinggal di seberang sungai, di bukit Tiga Daun Orme. Karena salju turun agak deras, mereka berangkat ke sana naik kereta salju.
"Kereta sudah siap! Ayo jalan!" seru Papa Bawang Kecil.
Tapi Olga berteriak, "Tunggu! Aku belum selesai mengikat pita rambutku!"
Julia, Tania, dan Lola berkata, "Tunggu! Kami belum selesai mengatur roti-roti ini ke dalam keranjang!"
Nina dan Natasha berkata, "Tunggu! Kami belum selesai menyemir sepatu bot kami!"
Papa Bawang Kecil menggerutu, "Cepatlah! Nenek Troll menunggu kita."
"Sudah siap, nona-nona?" giliran Desire berseloroh. "Aku sudah kedinginan di luar, menunggu kalian!"
Keenam gadis itu berteriak bersamaan, "Kamu ini menjengkelkan sekali, Desire! Hei, lihat! Lucu sekali dia! Ujung hidungnya memerah!" Lalu satu per satu mereka berteriak, "Pasang baik-baik syalmu, Desire! Pakai sarung tanganmu! Benamkan topimu lebih dalam! Dingin sekali di kereta itu!"
Dan akhirnya, keluarga Bawang Kecil pun sudah siap di kereta.
Papa berteriak, "Hueee!"
Tapi ketika kambing penarik kereta mulai berlari, Desire berseru, "Kadoku! Aku lupa kadoku untuk Nenek Troll!"
Papa berteriak lagi, "Hooo!"
Kambing penarik kereta berhenti dan Desire berlari menuju rumah. Tiga menit kemudian ia melongokkan kepala dari jendela. "Ada yang mengambil kadoku! Aku menyembunyikannya di bawah tempat tidur. Tapi sekarang sudah tak ada!"
"Ada apa lagi ini?" gerutu Papa. "Kita semua bisa terlambat!"
Keenam gadis kecil berteriak bersamaan, "Kau ini menjengkelkan sekali, Desire!"
Olga berkata, "Aku tahu di mana kado itu. Di cerobong asap!" Ia melompat dari kereta salju dan berlari menuju rumah.
Julia, Tania, dan Lola berteriak bersama-sama, "Tidak, tidak! Kado itu di atas peti kayu!" Lalu mereka pun melompat dari kereta.
Nina dan Natasha juga berteriak, "Tidak! Kado itu di atas bangku!" Dan mereka menyusul masuk ke dalam rumah.
Papa dan Mama Bawang Kecil saling berpandangan. Mereka tidak tahu harus tertawa atau harus marah.
Pada saat itu Desire muncul sambil tertawa-tawa. "Bodohnya aku! Dari tadi kado itu ada di saku bajuku!" katanya.
Keenam saudara perempuannya berjalan di belakangnya sambil menggerutu. "Kau ini menjengkelkan sekali, Desire!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.