Kemenangan yang Direncanakan

75 2 0
                                        

Oleh Ny. Widya Suwarna

Bobo Nomor 45 Tahun XXIX 7 Februari 2002


"Jenderal, Anda ditugaskan untuk menumpas para perompak. Mereka sering mengganggu para nelayan kita. Markasnya ada di pulau kecil di bagian barat. Kira-kira berapa prajurit yang Anda butuhkan?" tanya Raja.

"Siap, Yang Mulia. Berapa jumlah anak buah perompak tersebut?" tanya Jenderal Lie.

"Menurut informasi 50 orang!" jawab Raja.

Jenderal Lie berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Kalau begitu, hamba perlu 50 orang prajurit yang terlatih melempar laso dan menjerat. Perlengkapan lainnya akan hamba siapkan dulu!"

"Tidakkah jumlah itu terlalu sedikit, Jenderal? Bukankah dengan pasukan yang lebih besar pekerjaan Anda akan lebih mudah?" tanya Raja.

"Terima kasih atas perhatian Yang Mulia. Izinkan hamba melakukan rencana hamba! Hamba bermaksud menangkap para perompak hidup-hidup. Setelah mereka dipenjara dan insaf mereka bisa dijadikan prajurit!" jawab Jenderal Lie.

Raja setuju karena ia tahu kemampuan jenderalnya. Begitulah persiapan dilakukan. Pada hari yang ditentukan, 50 orang prajurit dan Jenderal Lie sudah berada di pantai dan siap untuk berangkat. Alangkah terkejutnya 50 prajurit tersebut, karena ternyata dua buah perahu yang tersedia itu adalah perahu-perahu tua yang sudah terkelupas catnya. Layarnya pun kumal.

Salah seorang prajurit menghadap Jenderal Lie mewakili rekan-rekannya."Maaf, Pak Jenderal, bukankah biasanya kita menggunakan perahu bagus dalam menjalankan tugas?" tanya prajurit tersebut.

Jenderal Lie tersenyum.

"Tidak penting perahunya bagus atau tidak. Yang penting, kalian sudah terpilih untuk melakukan tugas ini dan kalian adalah prajurit-prajurit pilihan. Dan kita akan pulang membawa kemenangan. Bukankah sudah kuberitahu bahwa kalian masing-masing akan mendapat emas bila kita pulang nanti?" jawab Jenderal Lie.

"Namun, kalau ada yang ragu, silakan mengundurkan diri sekarang!" sambung Jenderal Lie dengan tegas. Tak ada yang mengundurkan diri. Jadi mereka berangkat menuju pulau yang dihuni para perampok.

 Jadi mereka berangkat menuju pulau yang dihuni para perampok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setiba di pulau hari sudah siang. Mereka turun dari perahu. Masing-masing siap dengan senjata dan tali laso. Barang-barang yang diperlukan diturunkan.

Setelah itu lagi-lagi para prajurit terkejut. Jenderal Lie menyiramkan minyak tanah dan siap membakar kedua perahu itu.

"Jenderal, ini keterlaluan. Bagaimana kita nanti pulang bila perahu dibakar?" tanya wakil prajurit.

"Tenanglah. Kalau kita kalah, kita tidak akan pulang. Untuk apa perahu? Kalau kita menang, kita pasti bisa pulang. Kita akan pakai perahu para perampok. Dengan api ini kita akan memancing mereka. Begitu mereka datang kalian segera jerat mereka!" kata Jenderal Lie. "Jadi pilihan kita adalah menang, menang, dan sekali lagi harus menang!"

Setelah itu Jenderal Lie menyalakan api dan kedua perahu itu mulai terbakar. Kelima puluh prajurit siap sedia. Melihat api berkobar dari arah pantai, para perampok berlarian menuju pantai. Mereka mengira perahu-perahu mereka terbakar. Ketika itulah pasukan Jenderal Lie maju dan menjerat para perampok satu per satu dan mengikat mereka. Mereka mengumpulkan para perompak di markas mereka.

Jenderal Lie berkata, "Saudara-saudaraku, kalian takkan dibunuh. Kalian adalah warga kerajaan, sama seperti kami. Mulai hari ini bertekadlah untuk hidup di jalan yang benar. Setelah selesai menjalankan hukuman, kalian bisa mulai menempuh hidup baru. Jadilah warga kerajaan yang baik, mencari nafkah dengan halal tanpa merugikan orang lain!"

Para perampok berterima kasih dan menyatakan ingin menjadi warga kerajaan yang baik.

Setelah itu Jenderal Lie dan para prajurit bisa beristirahat dan bersantai.

Sore hari, tiba-tiba salah seorang prajurit Jenderal Lie yang memandang ke laut berseru, "Jenderal, lihatlah, di kejauhan ada empat buah perahu menuju ke sini. Kita tidak tahu apakah itu lawan atau kawan!"

Jenderal Lie tersenyum lebar dan berkata, "Bukankah waktu berangkat kalian ingin naik perahu baru? Itulah empat buah perahu baru yang akan menjemput kita. Sudah tersedia juga perlengkapan pesta. Malam ini kita akan berpesta dan besok kita pulang dengan membawa para perampok itu! Dan hadiah emas untuk kalian semua juga sudah dibawa dan akan dibagikan malam ini! Kalian pantas mendapatkannya. Kalian berani, kalian melaksanakan perintah dengan baik, kalian terampil menggunakan senjata tali, kalian mampu bekerja sama, dan kalian meraih kemenangan!"

Para prajurit bersorak. Mereka semakin kagum pada Jenderal Lie yang sudah merencanakan segala sesuatu dengan baik dan melaksanakannya dengan baik. *****

 *****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kumpulan Cerpen dan Dongeng Bobo 2002Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang