[ FOLLOW SEBELUM BACA ‼️]
Kenzo Antaleo, seorang pemuda tampan yang memiliki sifat cuek dan dingin tiba-tiba dipertemukan oleh seorang gadis bermata sipit saat pertama kali ia masuk SMA. Setelah pertemuan tersebut, ia menjadi sedikit dekat pada gadi...
Akhirnya, setelah tiga hari demam, ia bisa sehat lagi seperti sedia kala. Kini, ia sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Namun kenyataan jika salah satu sahabatnya sedang berjuang di ruang medis penuh alat, membuatnya sedih. Tak apa, masih ada Viona. Dan juga, yang penting ia selalu berdoa yang terbaik untuk sang sahabat, Meysha.
"Dinda sudah siap?" Tanya Dikta pada putrinya.
Dinda mengangguk. "Udah Pa."
Omong-omong, mulai hari ini sampai seterusnya ia kembali di antar jemput oleh sang Papa. Dan hal ini belum di ketahui oleh Kenzo, karena Kenzo mikirnya itu hanya hari ini saja ia di antar jemput oleh Papanya. Entahlah bagaimana reaksi cowok itu nantinya jika tahu hal ini.
"Bekalnya jangan lupa dibawa sayang." Aghnia datang sembari membawa tote bag, lalu ia memberikannya kepada sang putri.
Dinda menyengir sembari menerima uluran dari sang Mama. "Lupa..."
Baik Dikta maupun Aghnia menggelengkan kepalanya geli melihat itu.
"Kalo gitu kita berangkat dulu ya, kamu baik-baik di rumah." Ujar Dikta sembari memberi pesan.
Aghnia mengangguk. "Hati-hati ya."
∘˚˳° 。☆
"Hai, long time no see..."
Dinda terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang mensejajarkan langkahnya, dan langsung berucap tepat di depan telinganya. Saat tau pelakunya gadis itu sedikit mendengus.