06.

3.4K 144 60
                                        

Pagi ini, di rumah Dinda, tepatnya di ruang makan, keluarga kecil tersebut sedang menikmati waktu sarapan dengan hening

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi ini, di rumah Dinda, tepatnya di ruang makan, keluarga kecil tersebut sedang menikmati waktu sarapan dengan hening.

Sebelum akhirnya suara Dikta terdengar.

"Bulan depan kamu sudah mulai Penilaian Tengah Semester, benar begitu Dinda?" Tanya Dikta pada sang putri.

Dinda mengangguk pelan membenarkan ucapan sang Papa.

"Persiapkan diri kamu dari sekarang, jangan kebanyakan main handphone, Papa tidak mengharapkan nilai kamu besar, nilai kecil tidak masalah, asalkan nilai tersebut murni hasil dari otak kamu, dan jangan sekali-kali kamu mencontek." Pesan Dikta tenang tapi dengan intonasi tegas.

Mendengar itu Dinda langsung mengangguk patuh. "Kalo nilai Dinda nantinya dibawah lima puluh gimana?"

"Itu semua tidak akan terjadi jika kamu berusaha dari sekarang, sayang. Mama yakin kalo kamu belajar dari sekarang nilai kamu akan bagus-bagus. Dan yang bikin senang lagi jika nilai tersebut murni atas kerja keras kamu." Kali ini Aghnia yang menyahuti ucapan sang putri, sedangkan Dikta hanya mengangguk setuju.

"Tapi, Mama tau gak si? Kadang Dinda ngerasa percuma tau kalo Dinda udah belajar cape-cape tapi ternyata Dinda kalah sama orang yang suka nyontek," Curhat Dinda dengan wajah yang sedikit kesal.

Dikta dan Aghnia saling pandang mendengar itu, tak lama helaan nafas terdengar dari bibir kedua pasangan tersebut.

"Itu yang Papa sayangkan dengan kebanyakan murid sekarang, tapi apapun itu Papa hanya pesan untuk kamu berusaha sebisa kamu,"

Dikta bangkit sembari merapikan jasnya. "Kalo gitu Papa berangkat dulu, kamu mau ikut dengan Papa atau mau sama Adnan?" Tanya pria itu.

"Berangkat sama Papa!" Sahut Dinda semangat.

Aghnia tersenyum geli melihat tingkah sang putri.

"Papa tunggu di mobil, jangan lama-lama, Papa ada meeting penting dengan klien soalnya." Ucap Dikta sebelum berlalu dari ruang makan dan diikuti oleh Aghnia.

Melihat itu pun, Dinda langsung bergegas memakai kaos kaki serta sepatu, hingga fokusnya buyar kala ponselnya berbunyi. Tanpa pikir panjang ia langsung membuka ponselnya.

 Tanpa pikir panjang ia langsung membuka ponselnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KENZO | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang