05.|| NEXT PROBLEM

2K 44 0
                                        

lebih suka baca atau nonton?

"Gue gak bisa kalau harus kehilangan lo, Liona

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue gak bisa kalau harus kehilangan lo, Liona." -Rezvan Fahreza Raveenzy

Malam yang harusnya tenang dan cocok untuk istirahat kini telah sirna hanya karena kedatangan seseorang, seorang tamu yang mungkin tidak diinginkan kehadirannya oleh Rezvan.

Malam ini, Rezvan benar-benar sangat menyesal telah pulang ke mansion, karena ketika ia mengunjakkan kakinya ke dalam mansion ini, hal pertama yang ia lihat adalah Ayahnya yang sedang asik berbincang bersama seseorang yang masuk dalam kategori orang yang ia benci sekarang ini-Kenzo Atmaja.

Ya, ayah dari Karin. Mengapa manusia itu datang kemari? Mengganggu saja. Kalau tahu akan seperti ini lebih baik pulang ke apartement-nya saja.

"Rezvan, kemari dan duduk disini, kami sudah menunggumu" Rey memanggil putranya untuk ikut bergabung.

Kan? Ini yang membuatnya malas, sudah Rezvan duga akan berakhir seperti ini. Cowok itu berjalan menghampiri Rey, dan duduk disingle sofa yang kosong.

"Ayah dan om Ken sudah men-sepakati pertunangan kalian yang akan di laksanakan dua minggu lagi"

"What?!" Sentak Rezvan spontan ketika mendengar perkataan itu.

"Kenapa nak? Ada masalah? Bukankah kamu sendiri yang meminta agar pertunangan ini di percepat?" Tanya Ken bingung. Padahal Rey sendiri yang bilang padanya jika Rezvan ingin segera mempercepat pertunangan.

What the hell?! Kapan ia memintanya? Jangankan meminta untuk di percepat, menerima pertunangan saja tidak. Oh atau mungkin ini semua bagian dari rencana ayahnya?

Rezvan menatap Rey dan Ken bergantian, pandangan itu menyiratkan ketegasan dalam setiap perkataan yang akan keluar dari bibirnya. "Saya menolak perjodohan ini, saya tidak mau bertunangan dengan putri anda, tuan Ken yang terhormat." kemudian ia melenggang pergi meninggalkan mereka.

Rezvan berlari menuju kamarnya, mengambil kunci mobil, kemudian pergi meninggalkan tempat itu, malas sekali berurusan dengan mereka, semua perbincangan ini sangat konyol. Semuanya benar-benar tidak masuk akal, siapa yang ingin bertunangan dengan perempuan itu? Cihh!

Ken menatap Rey dengan bingung. "Apa ini Rey? Ada apa sebenarnya? Mengapa dia berbicara jika-"

"Maafkan putra saya. Dia seperti itu karena belum siap, lihat saja, besok dia akan menerima pertunangan ini" Rey memotong perkataan Ken, tangannya dibawah sana sudah mengepal, anak itu telah mempermalukan dirinya, dia harus diberi pelajaran.

<♡>

Setibanya di apartement, Rezvan menanggalkan kaos hitamnya dan membuangnya ke sembarang arah, ia membanting tubuhnya ke atas ranjang, berbaring dengan posisi terlentang.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang