Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh murid, baik murid Highstar maupun sekolah lain. Sejak pagi halaman sekolah sudah dipenuhi oleh para siswa yang datang berbondong-bondong. Ada yang datang membawa spanduk dukungan, ada yang memakai atribut sekolah mereka, bahkan ada pula yang membawa drum kecil untuk menambah semangat ketika pertandingan basket berlangsung.
Outdoor basketball court milik Highstar yang biasanya hanya dipakai latihan kini berubah menjadi arena pertandingan besar. Tribun penonton yang mengelilingi lapangan sudah hampir penuh sejak pagi. Suara riuh para siswa bercampur dengan gema bola basket yang dipantulkan di lantai lapangan, menciptakan suasana yang sangat meriah.
Sekolah Highstar menjadi tuan rumah pertandingan Basketball antar sekolah tahun ini dilaksanakan.
Pertandingan ini tentu banyak di perebutkan oleh sekolah-sekolah, siapa yang tidak ingin menang? Siapa yang tidak ingin sekolahnya di banggakan?
Bagi para pemain, kemenangan bukan hanya soal piala, tetapi juga harga diri sekolah. Setiap tim yang datang membawa harapan dari teman-teman mereka yang duduk di tribun.
Para pemain yang akan bertanding telah mempersiapkan dirinya masing-masing untuk memulai pertandingan melawan pesaing mereka. Sama hal-nya dengan kelima inti Alvagoz yang sudah sangat siap bertanding, mereka sudah mempersiapkan kemampuan mereka dari jauh-jauh hari.
Mereka bahkan hampir setiap sore menghabiskan waktu di lapangan untuk berlatih. Peluh, latihan fisik, hingga strategi permainan sudah di persiapkan sebaik mungkin.
Saat ini kelima orang itu tengah melakukan pemanasan. Jersey team berwarna hitam-silver dengan nama Highstar School melekat ditubuh mereka, menambah kesan cool dan tentunya menarik perhatian para siswi.
Rezvan, cowok itu memiliki ciri khasnya sendiri, kalung rantai yang terpasang di leher menambah kesan sangar dalam dirinya. Namun hal itu sama sekali tak mengurangi ketampanannya, justru para kaum hawa yang melihat akan dibuat semakin terkagum-kagum oleh ketampanan cowok itu.
Posturnya tinggi, bahunya lebar, dan ekspresinya selalu terlihat datar seolah tak peduli dengan keramaian di sekitarnya.
Rezvan menyugar rambutnya ke belakang. Lihatlah, padahal hanya pergerakan sekecil itu namun bisa membuat para gadis ditribun memekik tertahan.
Semua orang sudah duduk ditribun untuk menonton dan men-support sekolahnya masing-masing, begitupun dengan Liona dan Eliza. Mereka duduk berdampingan di tribun bagian tengah agar bisa melihat lapangan dengan jelas.