14.|| YES, THAT'S HIM

1.9K 36 1
                                        

Vote dan komennya untuk menghargai cerita ini🥰

Cowok/cewek romantis or humoris?

"Dulu sampai sekarang, lo tetep pemenangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dulu sampai sekarang, lo tetep pemenangnya." -Althar Delvian Giaster

Liona menatap bingung orang dimotor itu. "Kamu kenapa bisa disini?" Tanyanya, heran melihat Althar yang tiba-tiba datang dan menawarkannya tumpangan.

"Gak penting" jawab cowok itu. "Cepet naik" ulangnya.

Liona menurut dan naik ke motor Althar, tidak ada pilihan lain selain ikut bersama cowok itu, ia harus segera ke rumah sakit menemui bundanya.

Setelah Liona sudah naik dan duduk nyaman dimotor, barulah Althar melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia melirik Liona dari kaca spion motor, ia tatap wajah canti yang penuh kesedihan itu.

Setengah jam yang lalu, ia tak sengaja melihat mobil Rezvan ada dikantor om Rey, posisinya, Althar juga sedang berada dikantor ayahnya, yang letaknya bersebrangan dengan kantor milih om Rey. Maka dari itu Althar memperhatikan Rezvan sampai mengikutinya ke Cafe.

Cowok itu bersembunyi disebrang jalan, memperhatikan Rezvan dan Liona dari jauh, karena jalanan sepi dan bukan jalan raya, maka dari itu ia bisa mendengar semua percakapan keduanya.

Menit berlalu dengan keheningan, tidak ada yang bicara-hingga tak terasa mereka sudah tiba dirumah sakit. Liona turun dari motor dan berlari masuk kesalam, bertanya pada resepsionis disana.

"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya resepsionis itu.

"Saya mencari ruangan atas nama ibu Lia Anastasya." Jawab Liona, wajah gadis itu terlihat panik.

"Sebentar mbak" ia mencari daftar nama di monitornya, "atas nama ibu Lia Anastasya, berada dikamar 036"

"Terimakasih Bu..." Liona segera munuju ruangan tersebut, bersama Althar yang masih mengikuti di belakangnya.

Setelah menemukan ruangan dengam tulisan 036 dipintu, Liona membuka knop pintu dan masuk kedalam, "Bundaa...." ia menghampiri sang Bunda yang tengah berbaring di brankar. "Bundaaa" ia menangis memeluk bundanya.

Lia tersenyum tipis, mengusap kepala putrinya. "Bunda gapapa sayang" katanya dengan suara pelan. Walaupun ia merasakan sakit di kakinya, sebisa mungkin Lia bersikap biasa saja karena takut putrinya semakin khawatir.

"Gapapa gimana bun? Lio khawatir tau denger bunda masuk rumah sakit," gadis itu melepas pelukannya, menatap Lia dengan serius. "Ceritanya gimana bisa sampe gini?"

Lia menghela nafas pelan sebelum menjelaskan, "sehabis pulang kerja bunda mau nyebrang, waktu bunda nyebrang, tiba-tiba ada mobil dari arah kiri dan ya..." Lia menjelaskannya sambil menyengir, raut wajahnya menunjukkan seolah dirinya tidak kenapa-napa.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang