⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"There's no other way but to let it go" -Rezvan Fahreza Raveenzy
"Apa? Itu 'kan dulu, gausah di bahas bisa?" Sewot Liona yang tak suka jika Rezvan membahas masa lalu. Apalagi itu tentang mereka saat bersama dulu.
Cowok itu terkekeh, "gue cuman ngingetin, lagian siapa yang mau bahas? Dulu semuanya palsu, gak ada yang nyata, termasuk cinta gue" ucap Rezvan spontan membuat Liona langsung terdiam.
Percayalah, Rezvan sengaja mengatakannya agar Liona semakin membenci dirinya, tidak ada lagi jalan lain selain membuat gadis itu membencinya.
Satu hal yang harus kalian tahu, beberapa menit yang lalu, Rezvan mendapatkan pesan dari sang ayah yang berisi soal pekerjaan. Mengingat bentar lagi dirinya akan lulus, ia akan menetap di London, kuliah disana dan bekerja sebagai ceo di perusahaan Veenzy company yang berada di london.
Kalian tahu apa artinya itu? Yap, dia akan tinggal disana selama beberapa tahun atau mungkin... selamanya? Tidak ada lagi waktu untuk bertemu dengan Liona. Jangankan bertemu, hanya sekedar berbicara atau melihat sekilas saja tidak akan bisa, ia akan kehilangan gadis itu untuk selamanya.
Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, Rezvan sudah memutuskan, dia memang harus mengakhiri semua ini. Tidak ada gunanya semua hal yang dia usahakan jika ujungnya akan sia-sia, ia juga tak ingin memberi harapan pada Liona tentang sikapnya akhir-akhir ini.
Rezvan harus membuat Liona membenci dirinya agar bisa melupakan semuanya. Melupakan dirinya dan kenangan saat mereka bersama dulu, melupakan cinta yang pernah ada, dan melupakan semua hal yang menyangkut tentang dirinya.
Pertanyaannya, apakah Rezvan mampu melakukannya?
"Lo gak perlu ngingetin, gue udah lupa semuanya" ucap Liona dengan pedas. Ia benar-benar dibuat kesal dengan pernyataan Rezvan barusan.
"Lo gak bisa terus kayak gini, Liona" Rezvan mendekati gadis itu, ia menatap dalam pupil indah itu. "Hapus perasaan lo terhadap gue. Because you need to know I never loved you, buang jauh-jauh semua pikiran itu, tentang gue ataupun tentang kita dulu. That's all a lie" ia menatap tajam Liona.
"Mau lo benci gue atau nggak soal ini, but you should hate me, for everything I've done. Lo pantas untuk benci gue Liona. Dengan ini gue harap lo paham apa yang gue maksud" perlahan Rezvan menjauh, ia hendak melangkah keluar dari kamar sebelum panggilan dari gadis itu menghentikan langkahnya.
"Rezvan " sang empu yang di panggil menoleh, menunggu apa yang akan di katakan gadis itu selanjutnya.
"Sebenci itu lo sama gue?" Tanya Liona dengan bahu yang bergetar, wajahnya menatap Rezvan dengan pandangan yang benar-benar kecewa, air mata jatuh dari pelupuk matanya. Padahal ia sudah berusaha menahannya agar tidak jatuh, namun sekarang gagal, pertahanannya runtuh akibat ucapan Rezvan yang dengan terang-terangan mengatakan tanpa tahu jika perkataan itu akan sangat menyakiti hatinya.