45.|| DREAM OR LOVE?

1.3K 44 18
                                        

Terimakasih untuk kalian yang baca cerita ini, tetimakasih sudah mengawal dari awal sampai cerita ini mau berakhir. Love you guyss💗

Btw, gimana kalau cerita ini terbit?

Follow ig @_rhanjhyy & @wp.peachrosse

Terkadang kita harus melepas sesuatu yang baik untuk mendapat yang lebih baik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Terkadang kita harus melepas sesuatu yang baik untuk mendapat yang lebih baik.

"Dok, gimana keadaan Liona?"

"Anda siapanya pasien?" Tanya dokter tersebut.

"Saya kakak-nya dok" jawab Alga.

Dokter wanita itu mengangguk tersenyum, "mari ikut saya" ucapnya seraya berjalan menuju ruangannya, diikuti oleh Alga di belakang.

Dokter itu mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, lalu mempersilahkan Alga untuk duduk. "Pasien tidak apa-apa, hanya saja mengalami kelelahan. Saya sudah menyuntikkan beberapa vitamin ke tubuhnya." Jelasnya.

Alga menghela nafas lega mendengarnya.

"Pasien mengalami stres berat yang menyebabkan dirinya selalu kecapean, selain dari aktivitas tertentu, stres juga dapat membuat tubuhnya lemah dan akan mudah sakit. Saran saya, pasien Liona tidak boleh beraktivitas berat sebelum tubuhnya kembali normal"

Alga menganggukkan kepalanya, "baik dok, terimakasih informasinya, apa ada lagi?"

"Pasien tidak boleh pulang hari ini, kami harus memantau keadaannya sampai besok pagi" ujar dokter tersebut.

"Baik dok, kalau begitu saya permisi. Terimakasih banyak." Alga tersenyum simpul, ia beranjak dari tempat duduknya, melangkahkan kakinya keluar untuk menemani Liona.

<♡>

Tok Tok Tok

Rezvan berdiri didepan sebuah pintu berwarna coklat dan mengetuknya beberapa kali sampai seseorang datang membukakan pintu. Setelah pintu terbuka lebar, cowok itu berjalan masuk tanpa memperdulikan tatapan tajam yang diberikan penghuni rumah padanya.

"Tiga lewat sepuluh menit dini hari. Lo ngapain?" Tanya orang itu seraya menghampiri Rezvan yang sudah duduk disofa ruang tamu-dengan keadaan yang sangat kacau, tangan kirinya itu menggenggam sebuah botol wine, beberapa kali ia meneguk wine di tangannya itu.

"Gue jahatin dia Thar, gue sakitin dia. Gue emang cowok brengsek! Gue gak pantes dapet maaf dari dia" Racaunya.

Ya, Rezvan datang ke apartement Althar pada pukul tiga lewat-dini hari, cowok itu mabuk setelah kejadian di apartement-nya tadi malam.

Althar masih diam, berusaha untuk mencerna semua yang di bicarakan oleh Rezvan, tentu ia tidak sebodoh itu untuk tahu jika yang sedang di bicarakan adalah Liona. Kedua tangan cowok itu mengepal. "Apa yang udah lo lakuin?" Tanyanya.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang