29.|| REVEALED

1.6K 42 3
                                        

Lebih suka drama korea atau drama china?

Happy Reading🖤💗

"Cerita ini harusnya tentang kita yang bahagia, namun ternyata takdir berkehendak lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cerita ini harusnya tentang kita yang bahagia, namun ternyata takdir berkehendak lain. Cerita ini bukan lagi tentang bahagia yang kita miliki, melainkan rasa sakit yang tiada henti." -REZVAN Better Together

Setelah sampai di depan apartement yang Rezvan tinggali, Althar memarkirkan motornya tepat di depan gedung tersebut. Cowok itu turun dari motornya, melepas helm-lalu melangkah cepat menuju pintu masuk gedung.

Niat Althar datang ke tempat ini untuk meminta penjelasan, ia tidak bisa terus diam setelah apa yang terjadi pada Liona. Pikirannya di penuhi berbagai kemungkinan, rasa bersalah, amarah, dan kekhawatiran bercampur menjadi satu.

Sesampainya di depan unit kamar Rezvan, Althar mengernyit heran. Perasaan tidak enak langsung menyelinap masuk ketika suara keributan terdengar dari dalam.

"Berapa kali saya bilang, saya hanya menolong. Saya tidak tahu jika perempuan itu adalah Liona!" Sarkas Rezvan dengan nada tinggi, nyaris membentak.

Althar refleks mundur selangkah, tubuhnya menegang ketika nama Liona disebut, jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Ia langsung bersembunyi di balik dinding dekat pintu, memastikan dirinya tidak terlihat dari dalam apart.

"Apa pun alasannya, kamu tetap terlibat!" suara lain menyahut, suara yang terdengar sangat familiar di telinga Althar.

Desahan frustasi keluar dari bibir Rezvan.

"Seharusnya kamu diamkan saja, Ayah tidak mau kamu berhubungan lagi dengan gadis itu" ucap sang Ayah, masih tidak terima.

Ketika Rey melihat sebuah foto yang di kirimkan oleh anak buahnya-foto yang menunjukkan jika Rezvan sedang berpelukan dengan mantan kekasihnya, ia sangat marah. "Lalu jika kamu berniat hanya menolongnya, mengapa kalian harus berpelukan?"

Rezvan berdecak, "anda perhatikan foto itu baik-baik, pelukan atau perempuan itu yang memeluk saya?"

"Sama saja, seharusnya kamu jangan membiarkan gadis itu memelukmu"

Bangsat! Dalam hatinya Rezvan mengumpat kesal, ia merutuki ayahnya yang sama sekali tidak mau kalah.

"Ingat Rezvan, jika kamu masih berani berhubungan dengan gadis itu lagi, Ayah tidak akan segan-segan untuk melakukan hal yang lebih padanya maupun keluarganya" setelah mengatakan itu, Rey melangkahkan kakinya meninggalkan Rezvan.

Rezvan terdiam. Tubuhnya kaku, kepalanya tertunduk, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Ia tidak membantah, tidak juga mengiyakan.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang