⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Thank you. Not just for one thing, but for everything." -Rezvan Fahreza Raveenzy
Di pesta mereka sudah berkumpul di halaman belakang villa yang cukup luas, tentunya mereka semua di kejutkan dengan kehadiran anggota gang dari sekolah lain. Pasalnya itu adalah gang dari Highsky, what the fuck? Musuh mereka?
kedua gang tersebut kini saling berhadapan, kelima inti Alvagoz menatap sengit musuh bebuyutannya dengan pandangan tak suka. Sebaliknya, Zexars memandang mereka dengan pandangan yang santai, tidak ada permusuhan seperti dulu dalam tatapan itu.
Arfan maju selangkah ke hadapan Jeval, "ngapain lo dan gang lo disini?" Tanyanya dengan nada yang tak bersahabat.
Althar ikut maju, ia mengepalkan tangannya. Sumpah, Althar sangat benci pada Jeval, ia benci orang-orang yang pernah menyakiti Liona. "Pergi. Gak ada yang ngundang lo kesini" ucapnya menelisik.
Jeval menatap mereka bergantian, "kita gak ada maksud buat berantem" ucapnya membuat Alvagoz seketika terdiam. "Kita udah tau semuanya. Zexars mau damai"
Ucapan dari sang ketua Zexars membuat semuanya bungkam, termasuk siswa-siswi yang menyaksikan siaran langsung yang membuat bulu kuduk mereka merinding.
Jeval maju selangkah agar bisa saling berhadapan lebih dekat dengan Rezvan. "Kami minta maaf. Zexars minta maaf atas kesalahpahaman selama dua tahun ini, terutama sama lo Rez, sorry for accusing you." ujar Jeval mewakili anggotanya.
Ia benar-benar merasa bersalah atas tindakannya selama ini, ia menuduh orang yang salah. Apakah pantas Zexars mendapatkan maaf?
Selang beberapa detik yang hening, Vano angkat bicara. "Maksud lo apa?" Tanyanya, ingin mendengar lebih spesifik.
"Zia, adik gue. Dia udah cerita semuanya, dia bilang itu bukan kesalahan Rezvan, ternyata itu ulah teman terdekat gue sendiri. Gue sempat gak nyangka, tapi dia gak bohong" Jeval menjeda sebentar ucapannya, "kalian tenang aja, gue udah hukum pelakunya sampai dia jera dan minta ampun untuk kematiannya" ucapnya penuh penekanan.
Hal itu membuat mereka semua terkejut, rasa takut dan kagum bercampur menjadi satu.
Rezvan menatap Jeval, tangannya terulur di hadapan cowok itu. "I am the leader of Alvagoz, accept this peace." ucapnya to the point membuat semua orang terlonjak kaget.
Jeval tersenyum tipis, ia mengangkat lengannya untuk membalas uluran tangan itu, kemudian mereka berpelukan ala laki-laki. Tak lama dari itu, Arfan, Vano, Yudha, dan yang terakhir Althar-bergantian melakukan hal yang sama, mereka saling berjabat tangan untuk kedamaian.
Semudah itu? Yah memang. Rezvan memang tak selalu basa-basi, ketika ia paham dengan apa yang di ucapkan oleh Jeval, dirinya langsung menangkap dan mencerna ucapannya. Rezvan paham maksud dari itu semua tanpa menanyakannya lebih lanjut.