⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Semua kenangan itu sangat indah, tapi kenapa kamu menjadikannya buruk, Rezvan?" -Liona Gisella
Rezvan Fahreza Dijalan georga, Liona pingsan
Begitu pesan itu masuk ke layar ponselnya, tanpa berpikir panjang Althar langsung berdiri, menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja, lalu melangkah cepat keluar rumah.
Pintu mobil di banting tanpa sadar, Althar menyalakan mesin mobil BMW i5-nya, melajukan mobil itu menuju lokasi yang tertera dalam pesan tersebut. Jalanan masih basah oleh sisa hujan, memantulkan cahaya lampu kendaraan yang berlalu-lalang. Hujan memang sudah mulai mereda, hanya menyisakan gerimis tipis, namun justru itulah yang membuat kekhawatiran Althar semakin menjadi-jadi.
Pikirannya terus dipenuhi oleh satu nama-Liona.
Bayangan Liona yang terbaring tak berdaya di bawah hujan membuat rahangnya mengeras, sementara tangannya mencengkeram stir kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
Mobil itu melaju cepat, menyalip kendaraan satu per satu tanpa peduli klakson yang saling bersahutan. Beberapa pengendara meneriakinya dengan umpatan kasar, namun semua itu seakan tenggelam begitu saja.
Ketika Althar berbelok ke arah jalan kecil yang sempit, ban mobilnya mendecit keras.
Ciiittt!
Brakk!
Tubuh Althar terdorong ke depan saat mobil menghantam pohon di pinggir jalan, untunglah tidak terlalu parah. Napasnya terengah, namun ia tak sempat merutuki kecerobohannya. Begitu mobil berhenti, ia langsung turun dengan langkah terburu-buru, matanya menyapu sekitar dengan panik.
Althar melihat seorang gadis terbaring di atas tanah yang masih lembap, rambutnya yang basah menempel di wajah pucatnya. Jantung Althar berdegup begitu kencang, ia berlari menghampiri, berlutut di samping gadis itu, memastikan wajah yang tak mungkin salah lagi.
Liona.
Tanpa ragu, Althar mengangkat tubuh gadis itu dengan hati-hati, menggendongnya ala bridal style. Tubuh Liona terasa dingin-sangat dingin, membuat rasa bersalah dan takut semakin menghimpitnya. Ia membawanya masuk ke dalam mobil, membaringkan Liona di kursi penumpang, lalu menyelimuti tubuhnya dengan jaketnya.
Setelah itu, Althar kembali ke kursi kemudi. Tangannya gemetar saat menyalakan mesin, mobil pun melesat meninggalkan tempat itu, melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Sesekali pandangannya melirik wajah Liona yang pucat dari spion-membuat dadanya terasa semakin sesak.
Di sepanjang perjalanan, Althar terus bergumam dalam hati, memohon agar gadis itu baik-baik saja. "Bertahan Na, kita kerumah sakit"