08.|| HE HAS GONE

2.5K 46 2
                                        

Terimakasih buat kalian yang selalu mendukung cerita ini💗

Follow ig : @wppeachrosse_

Spill lagu yang relate sama kalian?

"Bagaimana caranya merelakan?" -Liona Gisella

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana caranya merelakan?" -Liona Gisella

Liona berdiri ditribun lapangan dengan membawa sebotol air mineral di tangannya, ia akan memberikan minum itu pada Rezvan yang sedang bertanding basket bersama teman-temannya.

Ketika pertandingan sudah selesai, Liona berlari dari tribun ke lapangan hanya untuk menghampiri cowok itu, bahkan ia sampai hampir terjatuh karena berdesakkan dengan siswi lainnya yang ga mau memberikan minum.

"Berasa jadi artis gue" ucap Vano seraya mengibaskan tangannya didepan wajah karena panas.

"Mereka teriak karena liat gue, bukan lo" seru Yudha, cok itu sudah melambaikan tangannya pada fans-fansnya.

Arfan bergidig ngeri. "Najis anjir, PD lo udah tingkat dewa."

"Eza.."

Suara lembut itu membuat kelimanya menoleh. Liona datang mendekati mereka, ia beralih menatap Rezvan. "Buat kamu" ucapnya, menyerahkan air mineral itu.

Liona sudah biasa melakukan hal ini tiap kali Rezvan selesai bertanding, namun kali ini mengapa rasanya sangat berbeda? Mengapa terasa seperti Liona memberikannya kepada orang asing?

Rezvan menatap gadis itu dengan datar, ia sama sekali tak berniat untuk mengambil air itu, melirik saja tidak, apalagi mengambilnya.

Merasa Rezvan tak kunjung mengambilnya, Liona menarik kembali lengannya. Ia menunduk, hatinya tersentil melihat perlakuan Rezvan, perlakuan yang belum pernah cowok itu perlakukan padanya.

"Rezvan, nih minumnya!"

Liona kembali mendongak ketika mendengar suara itu, dia menoleh dan mendapati Karin yang sudah berdiri di sampingnya-sambil mengulurkan sebotol air pada Rezvan.

Liona di buat semakin sakit hati kala Rezvan mengambil air yang diberikan perempuan itu dan langsung meneguknya hingga habis.

Karin tersenyum miring, ia menatap Liona dengan mengejek. "Lo ngapain disini? Mau caper sama tunangan gue?" Sewotnya menatap tak suka pada Liona.

Gadis itu tak bersuara, ia hanya diam memandang rerumputan di bawah kakinya. Liona sedang berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Heh, lo budeg?"

Liona mengangkat kepala, menatap Karin sebentar lalu menatap Rezvan yang membuang muka ketika tatapan keduanya bertemu. "Za, kita bicarain baik-baik bisa?" ujarnya yang masih berusaha menahan tangis.

REZVAN : Better TogetherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang