⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Terimakasih guys masih menemani cerita ini, dukung teruss yaa dengan cara vote dan komen💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mau seburuk apapun, dia pernah menjadi yang terbaik." -Liona Gisella
Liona membasuh wajahnya dengan air keran, lalu menggelung rambutnya menjadi satu, "huh males banget" ia menghela nafas panjang, menghentakkan kakinya beberapa kali seraya berjalan menuju lapang olahraga.
Hari ini jadwal kelas XII IPS 2 olahraga, biasanya jika menyangkut tentang olahraga, pasti Liona akan sangat menyukainya, tidak pernah ketinggalan dan tidak pernah bermalas-malasan seperti sekarang.
Namun kenapa Liona jadi tiba-tiba malas? Jawabannya karena di lapangan ada Rezvan. Darimana Liona tahu? Sebelum berganti baju, dirinya melewati lapangan, dan ia melihat Rezvan sedang bermain basket bersama teman-temannya.
Padahal bukan jadwal kelas mereka olahraga, Apa mungkin mereka sedang latihan atau hanya sedang bermain-main saja? Ah ntahlah, Liona hanya tidak mau melihat cowok itu. Ia berjalan menghampiri anak-anak kelasnya yang tengah duduk berkumpul.
Eliza menyenggol lengan Liona, "kenapa? Jutek banget muka lo"
"Males gue" jawab Liona lesu, gadis itu menujuk ke arah Rezvan berada.
"Biarin ajalah, kecuali kalo lo emang gamon"
"Ngaco, yakali gue gamon"
Eliza terkekeh geli, "masa sih? Gak percaya ah"
Liona mendelikkan matanya kesal. "Bodo amat mau lo percaya atau nggak"
"Iya gue percaya deh, bagus kalo lo udah bener-bener gak peduli lagi tentang Rezvan. Cowok kayak gitu buat apa di pertahanin? Yang ada lo cuma di jadiin pelampiasan, dan di bikin sakit hati. Jadi buat apalah? Mending lo sama Althar aja yang selau peduli sama lo"
Liona terdiam, perkataan Eliza sedikit membuat hatinya tersentil, karena bagaimanapun Liona belum bisa melupakan Rezvan. Namun disisi lain, perkataannya memang benar, Rezvan sudah mengkhianatinya, jadi untuk apa ia masih berharap bahwa cowok itu akan kembali padanya?
"Btw Althar itu sahabat gue, ituma lo kali yang suka" Liona mendelikkan matanya sebal.
Eliza memelotkan matanya kaget. "Big no! Jelas-jelas si Althar itu sukanya sama lo, tuh liat dia lagi liatin lo"
Liona mengerutkan alisnya, lantas ia menengok untuk membuktikan bahwa yang Eliza katakan itu benar. Dan yap! Althar memang sedang melihat ke arahnya. Liona hanya bisa tersenyum kikuk yang dibalas senyum tipis oleh cowok itu.
"Gila, seorang Althar bisa senyum. Nggak ketuanya nggak wakilnya, sama-sama terpesona sama lo." Eliza terkekeh seraya terus menggoda sahabatnya itu.
"Brisik ah! Althar itu sahabat gue, Eliza." Liona beranjak meninggalkan Eliza yang terus menerus meledeknya. Ia berjalan menuju anak kelas lainnya untuk segera berbaris karena guru olahraga sudah datang.