⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Spending time with you is the most precious moment." -Rezvan Fahreza Raveenzy
Dua jam sudah berlalu sejak mereka duduk berdampingan di rooftop. Awalnya Liona masih sering meminta penjelasan beberapa soal yang menurutnya membingungkan, namun seiring waktu berjalan, gadis itu mulai paham materi. Tangannya bergerak lebih luwes menulis rumus.
Ayolah, padahal hanya dua puluh soal kimia, tapi itu sudah membuat Liona jenuh. Meski begitu, ia tetap bertahan sampai soal terakhir.
"Akhirnya selesai juga" Liona menghela nafas lega seolah beban di pundaknya hilang, ia merapikan buku dan alat tulisnya, menatap cowok di depannya itu. "Btw thanks" ucapnya.
Rezvan hanya mengangguk sebagai jawaban. Cowok itu menyandarkan punggungnya, menatap jam di tangannya sebentar sebelum kembali menoleh pada Liona, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.
"Birthday party highstar, lo datang?" Tanya cowok itu pada akhirnya.
Acara birthday party highstar yang dimaksud adalah acara ulang tahun sekolah. Acara itu sebagai apresiasi atas berdirinya highstar. Setiap tahunnya, pesta itu selalu jadi topik hangat karena dekorasi mewah, dentuman musik, dan tentunya kebebasan tanpa campur tangan guru- membuat semua murid menantikannya. Terlebih lagi yang datang ke acara itu harus memiliki pasangan.
"Datang" Liona mengangguk singkat.
"Who with?"
Gadis itu mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan Rezan, ia merasa terusik, "apa urusannya sama lo?"
"Gue pengen tau aja. Acara birthday party itu harus punya pasangan kan?" Rezvan menelisik, ia ingin tahu siapa pasangan Liona nanti.
"Terus? Lo gak perlu tau dong gue dateng sama siapa?"
Rezvan terkekeh, suaranya rendah, dan sialnya membuat Liona yang melihatnya menjadi kesal. Gadis itu langsung memalingkan wajah ke arah lain, menahan perasaan tak jelas yang tiba-tiba muncul di hatinya.
Sebenarnya apa urusan cowkk itu? Apa dia ingin pamer karena memiliki pasangan? Cih. Lagian mengapa acara itu harus berpasangan sih? Seolah datang sendirian adalah sebuah dosa besar.
"Liona," panggil Rezvan, membuat sang empu yang di panggil kembali menoleh padanya.
Tatapan Rezvan tidak seperti sebelumnya, kali ini tatapannya teduh, seperti menyiratkan sesuatu. "Lo ingat kita pernah terjebak kayak gini disini?"