04.|| WHO IS HE?

3.2K 66 1
                                        

Spill genre cerita yg kalian suka?

"Tuhan, izinkan untuk terus bersamanya"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tuhan, izinkan untuk terus bersamanya"

Setiap hari, kantin sangatlah ramai diisi oleh banyak orang. Ketika bel istirahat berbunyi, semua murid berbalap-balap pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.

Sama halnya dengan Liona. Gadis itu mengambil paperbag yang isinya makanan untuk dimakan bersama Rezvan dan yang lain.

Liona menarik lengan Eliza dan mengajaknya pergi ke kantin, karena ia yakin jika Rezvan pasti sudah berada disana dengan teman-temannya.

Gadis itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin. Dugaannya benar, Rezvan dan teman-temannya sudah duduk dimeja yang biasa mereka tempati. Liona dan Eliza 'pun berjalan menghampiri mereka.

"Eh eneng-eneng geulis" sapa Yudha ketika dua gadis itu bergabung dengan mereka.

Liona tersenyum menanggapinya, ia mengambil tempat duduk di sebelah Rezvan. "Aku bawa bekal, special for you guys!" ujarnya riang sambil membuka paperbag coklat yang isinya adalah tujuh wadah kotak bekal.

"Sini gue bantu" Eliza membantu Liona membagikan makanan itu.

"Niat banget ya Na bawain kita makan? Ada tujuh wadah loh" kata Arfan, sambil membuka kotak miliknya.

Liona tersenyum, "iya, sengaja"

Mata Vano seketika berbinar melihat isinya. Ada nasi, tumis brokoli, dan sosis balado. "Wih enak kayaknya"

"Kebetulan, laper banget nih" timpal Yudha, cowok itu menepuk-nepuk perutnya.

Althar mendelik, "Laper mulu lo, tadi aja mie rebus abis lima bungkus di Wardap"

Sang empu menyengir, "yang ini beda, Thar"

"Kamu yang masak?" Tanya Rezvan, menatap gadis itu.

"Iya, cobain" Liona mengambil sesendok nasi dan lauknya, hendak menyuapi Rezvan sebelum sebuah teriakan menghentikan gerakannya.

"REZVAAAN!"

Seorang perempuan berjalan gontai menuju meja Rezvan dan teman-temannya berada.

"Gila, cantik cok"

"DEMI APA?! KARIN BERLIN ATMAJA? MODEL MAJALAH ITU!"

"EH IYA ANJIR! DIA SEKOLAH DISINI?"

"Dia ngapain nyamperin Rezvan?"

Bisik-bisik disekitar mulai riuh membicarakan perempuan yang bernama Karin itu.

"Haii" sapanya ketika sudah sampai di meja yang Rezvan tempati.

Karin Berlin Atmaja. Perempuan yang akan di jodohkan dengan Rezvan, Perempuan yang menjadi model majalah sexy diusia mudanya, si perempuan angkuh dengan segala kemewahannya.

REZVAN : Better TogetherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang