⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Liona Gisella hanya milik Rezvan seorang. Kali ini biarin gue egois." -Rezvan Fahreza Raveenzy
Kegiatan Liona yang sedang melipat baju olahraga terhenti ketika merasakan ponselnya bergetar, ia merogoh saku seragam untuk mengambil ponselnya.
Iyandelv Na, sibuk ga? Ke rooftop bisa?
Liona terdiam seraya berfikir sebentar. Bel masuk berbunyi tiga puluh menit lagi, masih ada waktu setengah jam.
Me Kebetulan lagi free
Buru-buru gadis itu masukkan baju olahraganya ke dalam tas, dan berlari menuju ke rooftop.
Ting!
Iyandelv Lo duluan aja Gue ada urusan sebentar
Liona membaca pesan itu sambil berjalan, bahkan sampai tak menyadari jika ada seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.
BRUKK
Baru saja Liona ingin mengetik balasan untuk pesan tersebut, ia malah menabrak seseorang di depannya. Hampir saja ponselnya jatuh jika saja Liona tidak dengan gesit menangkapnya.
Gadis itu mendongakkan kepala, niat awalnya sederhana-meminta maaf dan segera pergi. Namun begitu matanya bertemu dengan sosok di hadapannya, kata-kata yang sudah hampir keluar dari bibirnya mendadak menghilang.
Rezvan.
Nama yang belakangan ini selalu terlintas di benaknya. Cowok itulah yang baru saja ia tabrak. Untuk sesaat, Liona hanya terpaku, ada perasaan aneh yang menyelinap setiap kali menatap wajah itu, membuat dadanya terasa semakin sesak.
Liona menormalkan ekspresi wajahnya, memaksakan raut biasa seolah tak terjadi apa-apa. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia berniat melenggang pergi, memilih menghindari tatapan Rezvan.
Namun langkahnya kembali terhenti, sebuah tangan menahan pergelangan tangannya. Pegangan itu tidak kasar, namun cukup kuat untuk membuat Liona berhenti. Gadis itu menoleh perlahan, jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelumnya, menyadari bahwa ia tak bisa begitu saja menghindar.
"Lo tau siapa yang lo tabrak?" Tanya Rezvan dengan suara beratnya.
Liona diam, tak ada niat untuk meladeni cowok itu.
"Minta maaf" desak Rezvan.
"Minggir" satu kata yang keluar dari bibir Liona membuat Rezvan geram. Cowok itu mulai melangkah maju membuat Liona otomatis melangkah mundur.