37.|| IT'S FINISHED?

1.8K 34 11
                                        

Spill parfum favorite kalian dongg?!

HAPPY READING💋💗🖤

Minggu ini Liona menghabiskan waktu untuk menjenguk Zianna lagi, sudah terhitung ada lima kali ia menjenguk gadis itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Minggu ini Liona menghabiskan waktu untuk menjenguk Zianna lagi, sudah terhitung ada lima kali ia menjenguk gadis itu. Selama lima hari belakangan ini Liona memang selalu menjenguk Zia tanpa sepengetahuan siapapun, bahkan Jeval sekalipun.

Setiap kali datang ke rumah sakit, Zia masih sama saja, tidak mau berbicara, saat Liona mengajaknya berbicara 'pun Zia malah mengabaikannya. Namun Meski begitu Liona tidak menyerah, waktunya tidak banyak untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya.

Bukan apa-apa, Liona melanjutkan masalah ini bukan karena mau membantu Rezvan, melainkan ia ingin membantu Zia untuk keluar dari masalah yang di alaminya.

Ceklek

Liona memutar knop pintu ruangan yang di tempati Zia, lalu ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.

"Haloo Zianna..." sapanya seraya menghampiri Zia yang sedang duduk di kursi roda.

"Kita jalan-jalan yuk" ajaknya-mendorong kursi roda milik Zia untuk membawanya berkeliling di taman belakang rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, Liona terus bercerita hal-hal random, walaupun Zia tidak merespon, Liona tetap beceloteh dengan ria dan mencoba untuk menghiburnya. Sampai dimana Liona menceritakan hal tentangnya, yah tentang dirinya dan Rezvan, Liona juga menceritakan hal itu.

Sebenarnya setiap Liona datang ke rumah sakit, ia selalu menceritakan tentang masalah itu pada Zia, entah Zia mendengarkan atau tidak, tapi Liona merasa lega mencurahkan seluruh isi hatinya pada gadis itu.

"Aneh kan? Kakak juga gak nyangka. Sebenarnya kakak gamau bahas hal ini, tapi kalo di pendem sendiri gak enak, gapapa 'kan kakak cerita?" Liona tersenyum samar sambil menatap sekitarnya.

"Zia, jangan nyerah ya? Lanjutin hidup kamu dan kejar mimpi-mimpi kamu. Dunia emang jahat, tapi kakak yakin kamu bisa bertahan, seenggaknya...hidup demi orang yang menyangi kamu." ujarnya, memetik sebuah bunga kecil dari salah satu tanaman, lalu menaruh bunga itu di selipan telinga kanan Zia.

"Yaudah kalo gitu kita masuk lagi ya, kakak harus pulang"

Ketika Liona hendak mendorong kursi roda yang di duduki Zia, sebuah tangan kecil memegang punggung tangannya-membuat niatnya terurungkan.

"Kak?"

Liona tersentak kaget, ia tidak salah dengarkan?

"Boleh aku peluk?" Suara itu kembali menyapu pendengaran Liona.

"Huh? Ah i-iya boleh dong" jawab Liona kaku, ia masih tidak percaya jika yang berbicara itu adalah Zia, terlebih lagi gadis itu meminta untuk dipeluk.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang