⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Liona mencuci tangannya di wastafel toilet, kemudian dirinya bercermin-merapikan bajunya. Setelah dirasa cukup, Liona berbalik dan hendak membuka pintu sebelum seseorang dari luar membukanya lebih dulu dan masuk kedalam tanpa permisi.
Liona mematung. Tidak, ia bukan terkejut karena tiba-tiba ada yang membuka pintu, ia terkejut karena melihat siapa yang datang. Gadis itu mengatur napasnya yang tercekat, ia hendak melangkah pergi sebelum lengannya di cekal oleh orang itu.
"Lepas" Liona berusaha melepas cengkraman di lengannya, ia meringis ketika orang itu menariknya lalu menyentaknya ke dinding. "Minggir, Rezvan!" Sentaknya lagi, kali ini dengan nada yang tinggi.
Ya, orang itu adalah Rezvan. Dia benar-benar nekat mengikuti Liona sampai ke toilet perempuan.
Rezvan meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri tubuh Liona, seolah tak memperbolehkan gadis itu kemana-mana. "Setelah lepas dari gue, sekarang lo sama Alga? Nanti sama siapa lagi hm?" Tanyanya, pertanyaan yang bukan menginginkan jawaban, melainkan pertanyaan yang mengejek lawan bicaranya.
"Ternyata bener, lo itu murahan." Rezvan menatap lekat iris hitam milik Liona. Ia menyamakan tingginya dengan gadis itu, mengikis jarak di antara mereka. "Di bayar berapa lo sama dia?" Netra obsidiannya menatap tajam gadis itu.
Lengan Liona yang berada di sisi pahanya mengepal kuat, sebisa mungkin ia tahan untuk tidak menampar cowok itu.
"Jawab bitch! Bener apa kata gue? Lo di bayar?" Ulangnya lagi. Karena tak mendapat jawaban dari sang empu, Rezvan meninju dinding di sebelah kiri wajah gadis itu. "Lo bisu? Lo main berapa ronde hah?!"
Liona yang sudah tidak tahan reflek mendorong dada bidang cowok itu dengan kasar, membuatnya sedikit tersungkur ke belakang.
"Kenapa? Ada urusannya sama lo? Mau gue sama siapapun, itu bukan urusan lo!" Ucap Liona, dadanya naik turun menahan amarah.
Rezvan tertawa remeh, "beruntung gue lebih milih Karin daripada jalang kayak lo"
"Lo," Liona menunjuk wajah cowok itu, "lo adalah cowok ter-brengsek yang pernah gue temui!" setelah mengatakan itu, Liona membuka pintu toilet dengan kasar lalu keluar darisana.
Sedangkan Rezvan? Cowok itu menatap kepergian Liona dengan tatapan terluka. Dia sangat cemburu ketika ada yang mendekati Liona, mendapat perhatiannya, menyentuhnya, atau apapun itu tentang Liona.