Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Orang baik menjadi jahat bukan tanpa alasan, pasti ada sesuatu yang membuatnya menjadi jahat."
OH MY GOD!!!
Pagi ini Highstar di hebohkan oleh kedatangan murid baru, bisik-bisik bertebaran di setiap sudut. Kedatangan mutid baru itu menjadi perbincangan karena dia bukan sembarang murid.
Jevalo Hardian Pradipta, nama yang selama ini hanya terdengar sebagai rival besar Alvagoz kini resmi menjadi murid Highstar. Fakta itu sudah cukup membuat suasana mencekam.
Semua orang tahu bagaimana hubungan Jeval dan Rezvan, riwayat ketegangan mereka bukan rahasia lagi.
Menyatukan dua nama itu dalam satu sekolah? Oh tidak, rasanya seperti menunggu bom waktu meledak.
Sekelompok siswi yang sedang berkerumun di dekat tangga berbisik-berbisik ketika Jeval melewatinya.
"Gila sih, dua ketua geng di satuin"
"Kalau mereka ketemu tiap hari terus ribut gimana? Bisa hancur Highstar"
"Eh lo inget kejadian waktu Liona diculik? Disitu Jeval marah banget karena salah sasaran."
"Berdoa aja gak terjadi apa-apa"
Sementara itu, Jeval sama sekali tak menunjukkan tanda bahwa ia terusik, langkahnya sangat tenang ketika melewati manusia-manusia yang bergosip tentang dirinya.
Setelah berjalan menyusuri koridor, Jeval berhenti tepat di depan kelas dengan papan diatas pintu bertuliskan XII IPS 2.Tanpa menunggu lagi, ia masuk ke dalam.
Suasana kelas yang sebelumnya ramai perlahan meredup, percakapan mereka terhenti, beberapa murid saling bertukar pandang.
Sedangkan Jeval, ia masih berdiri di dekat pintu sambil memindai ruangan dengan sorot matanya yang datar. Tatapannya berhenti pada seorang gadis dengan bandana pink di kepalanya.
Liona, ya, gadis yang sedang di tatap oleh Jeval. Gadis itu duduk di bangku tengah, pandangan mereka bertemu.
"Ekhem!"
Deheman dari ketua kelas membuat atensi Jeval teralihkan, "Jeval 'kan? Silahkan duduk di tempat yang kosong" ujarnya hati-hati.
Jeval menatapnya sekilas kemudian mengangguk, ia berjalan menuju bangku kosong yang terletak paling belakang di pojok kanan.
Dari tempat duduknya, Liona menahan napas sejenak. Mengapa harus satu kelas dengannya? Dari sekian banyaknya ruangan di Highstar, kenapa harus di kelas ini?