42.|| TEQUILA

1.5K 34 14
                                        

⚠️Warning contains 17++ scenes⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️Warning contains 17++ scenes⚠️

"Can I kiss you?"

Liona terkekeh pelan mendengar pertanyaan Karin yang lagi-lagi tak di gubris oleh sang empunya. Ia bisa mendengar dengan jelas karena posisinya tepat berada di samping Rezvan dan perempuan itu. Bahkan cukup dekat untuk menangkap nada memohon dalam suara Karin, dan Rezvan yang sama sekali tak tertarik untuk menjawab.

Langkah kaki Liona dan Alga melambat ketika musik berubah menjadi alunan lembut. Jemari mereka bergerak selaras dengan denting piano yang mendominasi ruangan. Namun tak lama, tempo kembali cepat, tanda sesi berganti pasangan dimulai.

Liona kini berdansa dengan Althar, sementara Eliza berpindah ke Alga. Mereka mengikuti irama dengan ringan. Senyum Liona mengembang saat melihat Althar membalas tatapannya dengan senyum yang tak kalah hangat. Jarang sekali lelaki itu mau diajak seperti ini-terlebih berdansa di tengah pesta.

Dua menit berlalu. Musik kembali melambat, dan pasangan kembali bertukar. Senyum manis di bibir Liona memudar ketika menyadari siapa pasangan dansanya sekarang.

Rezvan. Ya, cowok itu.

Jujur Liona ingin berhenti, namun itu mustahil, menghentikan tarian hanya akan menarik perhatian dan merusak suasana. Terpaksa, ia harus berdansa dengan cowok itu.

Liona memalingkan wajahnya ke arah lain saat lengan kiri Rezvan melingkari pinggangnya, sementara tangan lainnya menautkan kedua lengan mereka. Musik mengalun begitu lambat, seolah sengaja memberi ruang bagi kedekatan mereka. Terlalu lambat. Terlalu lama.

Liona tak sabar menunggu sesi ini berakhir.

"Kenapa? Lo keliatan gak senang dansa bareng gue?" Rezvan angkat bicara.

"Oh ya? Keliatan banget?" Liona terkekeh di buatnya, "lo nanya, dan lo udah tau jawabannya"

Rezvan mengeratkan genggaman di pinggang ramping gadis itu, "try to look happy in front of me, Liona." ujarnya.

Liona tak mengindahkan perkataan Rezvan, pandangannya justru tak sengaja menangkap sosok Karin yang kini berdansa dengan Jeval. Tatapan perempuan itu tajam, terarah pada dirinya. Liona mengangkat sebelah alisnya heran. Apa karena sekarang dirinya tengah bersama Rezvan?

Sebuah ide licik terlintas.

Gadis itu menatap Jeval dan memberi kode agar tetap menahan Karin di tempatnya-jangan biarkan perempuan itu mendekat.

Dengan sengaja Liona mengalungkan kedua lengannya di leher Rezvan, merapatkan tubuhnya, dan memastikan Karin melihat setiap geraknya. Dan usahanya berhasil, Karin terlihat berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Jeval.

Liona tersenyum smrik, meraih segelas tequila dari bartender yang berdiri di tepi lantai dansa, meneguknya dan dengan sengaja menumpahkan sedikit cairan itu di leher jenjangnya.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang