Chapter 4

2.8K 166 3
                                        

Butuh beberapa menit bagi Sea untuk dapat kembali mengontrol dirinya setelah mengikuti pengarahan dari Jimmy tentu nya.

Jika saja Sea tak dapat mengikuti Jimmy, mau tak mau dokter muda itu akan kembali memberikan obat penenang untuk Sea.

Namun beruntunglah Sea dapat mengikuti instruksi dari Jimmy dengan baik.

"Kurasa, kau harus kembali beristirahat di kamar rawat inap mu kembali Sea, dan obrolan kita nanti akan di lanjutkan besok."

Sea hanya menganggukan kepala nya sebelum ia menatap ke arah Jimmy dengan mulut nya yang terkatup ragu hendak berbicara dnegan Jimmy.

"Ada apa? Kau memiliki pertanyaan padaku?" tanya Jimmy yang menyadari pergerakan kecil dari Sea.

Sea menggigit bibir bawah nya pelan, dengan jari jemarinya yang saling bertaut bingung hendak bertanya pada Jimmy.

"Apakah kita benar benar bisa berteman?" tanya Sea pada akhirnya dengan manik nya yang menatap ke arah Jimmy lekat.

"Of course, aku sudah mengatakan nya pada mu bukan?"

"Jadi kau sungguh sungguh mengatakannya?" tanya Sea kembali memastikan pada Jimmy. Namun jika sebelumnya ia tampak ragu menanyakannya, maka kali ini nada bicara Sea terdengar antusias dan menunggu jawaban dari Jimmy.

Jimmy tersenyum dan tanpa sadar Jimmy mengulurkan tangannya untuk mengusak rammbut Sea mengiyakan pertanyaan dari Sea tersebut.

"Terimakasih dokter Jim," ujar Sea memberikan senyuman lebarnya.

Dengungan pelan Jimmy berikan pada Sea, dan setelah nya Jimmy membantu Sea untuk kembali duduk di kursi roda nya, membawa pemuda itu kembali ke ruangan kamar VIP yang di tempati oleh Sea.

"Ah, bolehkah aku memiliki nomer handphone mu dok?"

Tanpa berfikir panjang Jimmy langsung mengiyakannya, dan mengatakan pada Sea saat di ruangan kamarnya nanti saat pemuda itu telah memegang handphone nya ia akan memasukkan nomer nya di handphone pemuda yang usia nya di bawahnya itu.

"Rasanya seperti memiliki dokter pribadi," celetuk Sea pelan tetapi masih dapat di dengar oleh Jimmy.

"Bukankah sejak kau lahir kau telah memiliki dokter pribadi sendiri?" ujar Jimmy yang seakan menggoda Sea.

Sea hanya terkekeh mengiyakan tetapi ia juga tak sepenuh nya mengiyakannya, lantaran sang Ibu jika sedang menghadapi dirinya yang sedang sakit parah akan terlalu mengkhawatirkan dirinya dan berakhir tak dapat fokus merawat nya, belum lagi rasa bersalah Sea yang akan semakin besar pada sang Ibu.

Jimmy mengangguk - anggukan kepala nya, menurut pernyataan Jimmy memang sangat sejalan dengan apa yang ia lihat, terlebih ia juga cukup memahami akan karakter Mix sendiri.

"Ibu mu orang yang sangat baik Sea, kau harus menyayangi nya dan melindungi nya. Aku sangat menghargai nya sebagai seorang yang lebih tua ataupun senior dari ku Sea."

"Aku tahu itu," ujar Sea dengan cepat membenarkan perkataan dari Jimmy sendiri.

Disaat dirinya sudah tak terlalu jauh dari ruang rawat inap Sea, sosok yang mereka bicarakan sebelumnya tampak setengah berlari ke arah mereka dengan tangan Mix yang masih terpasang cairan infus yang di bantu di pegangi oleh Earth.

"Mom, kau sakit? Apakah karena aku?" kaget Sea baru saja menyadari bahwa sang Ibu seperti tengah di rawat sama seperti dirinya.

"Kau baik baik saja Sea? Apakah ada yang sakit?" tanya Mix yang justru tak menjawab pertanyaan dari Sea tersebut.

Sea menatap sang Ibu lekat sembari memegangi tangannya.

"I'm okay Mom, dokter Jim membantuku, jadi aku baik baik saja sekarang. Kurasa dokter Jim juga dapat menjadi dokter pribadi ku Mom. Bukankah begitu dokter Jim?" lirih Sea dengan sorot maniknya menatap ke arah Jimmy berharap pemuda itu segera mengiyakannya.

Jujur saja di dalam lubuk hati nya ia masih ragu apakah Jimmy memahami kode darinya atau sebaliknya.

Ia hanya berharap Jimmy mau membantunya. Ia tak ingin membuat sang Ibu kembali bersedih karena dirinya.

"Sea benar dr. Mix," ujar Jimmy yang untungnya memahami kode dari Sea tersebut.

'Terimakasih.' Monolog Sea dalam hati yang belum dapat di utarakan langsung pada Jimmy.

Mix mengerjapkan maniknya. Entahlah ia merasa aneh dengan keduanya.

"Mengapa kalian terlihat akrab? Apakah hanya perasaanku saja?" tanya Mix dengan polosnya.

"Aku tahu Dokter Jim hampir menjadi kakak angkatku yang Mommy mau kenalkan bukan?"

Lagi lagi Mix mengerjapkan maniknya bingung.

Earth yang sedari tadi menemani Mix di sampingnya kini dapat sedikit bernafas lega. Entahlah ia merasa yakin dengan Jimmy.

Manik Mix ke arah Jimmy kali ini layaknya ingin meminta penjelasan pada pemuda itu.

"Aku yang memberitahu pada Sea bahwa aku pernah mengenal anda jauh sebelum sekarang dok," ujar Jimmy pada akhirnya.

Helaan nafas pelan terdengar dari belah bibir Mix yang di susul setelah nya seulas senyuman terlihat di wajah Mix.

"Kemarilah," ujar Mix memberi gestur menyuruh Jimmy mendekat padanya.

Mau tak mau Jimmy mendekat ke arah Mix dengan perasaan bingung tentunya.

"Terimakasih, ku harap kau dapat membantuku menjaganya," lirih Mix dengan suara rendah yang hanya dapat di dengar oleh Jimmy dan Mix ketika Jimmy berada di dekat Jimmy.

Jujur saja hati Jimmy terasa campur aduk. Entahlah ia merasa bahwa Mix kembali memberikan kepercayaan padanya dan kali ini ia tak ingin mengecewakannya.

"Jangan kabur seperti dulu, jika ada hal yang sulit kabari aku ... aku sudah mengatakan dulu padamu bahwa kau dapat menganggapku sebagai Ibumu juga."

Kali ini ucapan Mix dapat di dengar oleh yang lain, belum lagi tangan Mix yang bebas telah menggenggam tangan Jimmy.

Rasa haru semakin membuncah di hatinya.

Jika saja hanya ada Mix di hadapannya tanpa Earth dan juga Sea yang ia tahu ada di belakangnya maka mungkin saja tangisan tertahan sudah membasahi kedua pipinya.

Samar samar Sea memberikan senyumannya.

'Dia benar benar orang baik rupanya. Buktinya saja Mommy seperti memanjakannya juga seperti padaku dan Ne—'

'Ah, dimana Neo?'

"Mom, Dad, mengapa aku tak pernah melihat Neo? Apakah Neo baik baik saja?"

Semua tatapan ketiga orang lainnya spontan menatap ke arah Sea.

'Bagaimana aku menjelaskannya?'

——•••——

TBC

See you next chapter

Leave a comment and vote

.

.

CA

Chance [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang