Chapter 5

2.6K 175 5
                                        

Kondisi pria yang menjadi sahabat dari Sea kini masih dalam kondisi yang tak jauh berbeda dari beberapa hari terakhir setelah kecelakaan itu terjadi.

Sebagai kekasih dari pria yang masih tergeletak di ruang ICU tentu saja ia ingin berteriak keras menumpahkan perasaan nya.

Seharus nya ia tak meminta sang kekasih untuk pulang cepat, seharusnya tak menjadi seperti ini.

"Ini salahku."

Lagi lagi lirihan yang terdengar menyakitkan keluar begitu saja dari belah bibir Neo.

"Tuan muda, Tuan besar meminta saya membawa anda untuk beristiahat, ini sudah lebih dari dua puluh menit anda disini," ujar sang bodyguard yang di minta Earth menjaga putranya.

Jika saja ia tak membuat sebuah perjanjian kecil tak tertulis pada sang ayah mungkin saja ia kembali memberontak dan abai pada perkataan sang bodyguard, hanya saja ...

Ia telah berjanji!

Dengan kondisi yang di bilang terpuruk sang bodyguard membantu memapah Neo.

Kepala nya terasa sedikit berdenyut. Namun dapat ia kendalikan dengan baik.

Ia tak seburuk itu dalam mengendalikan dirinya.

"Ah, aku baru ingat. Bagaimana keadaan Phi?" tanya Neo yang pada akhirnya mengingat seseorang yang beberapa hari ini seperti ia abaikan begitu saja.

Jujur saja ia tak bermaksud demikian.

Sungguh!

Hanya saja rasa bersalah yang membendung dirinya lah membuat ia memiliki tanggung jawab besar pada sang kekasih hatinya.

Seulas senyum singkat dapat terlihat dari wajah sang bodyguard.

Sang bodyguard pikir Neo sengaja tak mau menemui Sea, tetapi nyatanya tak begitu.

"Tuan Sea telah membaik, hanya saja trauma nya terkadang membuat nya hilang kendali, dan kini tengah di tangani psikiater yang ada di rumah sakit ini."

"Phi Sea?"

Anggukan kepala bodyguard itu berikan.

"Bantu aku menemuinya! Dia pasti menyalahkan dirinya sendiri, Phi selalu merasa bertanggung jawab atas kejadian yang ada di sekitarnya."

***

Suasana hening di dalam ruang rawat inap Sea semakin terasa penuh tanda tanya dan kecanggungan.

"Mengapa kalian semua diam?" tanya Sea dengan maniknya yang mengedar kearah beberapa orang disana, termasuk sang Ibu yang sebelumnya di luar meminta Sea untuk masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu, yang di ikuti pembenaran oleh sang ayah dan juga Jimmy.

"Ap—"

Belum sempat Sea melanjutkan kalimat nya mereka di kagetkan dengan seseorang yang membuka pintu secara kasar.

"Phi!!"

Suara pekikan seseorang yang sedari tadi menjadi sebuah bom waktu kapan saja jika tidak diatasi dengan benar kini berada di hadapan mereka.

Jujur saja mereka cukup terkejut dengan keberadaan Neo kali ini.

Tak ada yang mengira bahwa Neo akan berada di tengah tengah mereka.

"Neo!" Balas Sea yang langsung melebarkan tangannya menunggu sang adik memeluki dirinya.

"Phi, maaf Neo baru datang," ujar Neo buru buru sembari memeluki Sea erat.

Chance [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang