Suasana keheningan kini tengah terjadi di ruang kerja Jimmy.
Ya, seluruh keluarga Sea berakhir meminta penjelasan dari Jimmy bukan hanya Neo seorang.
Lalu bagaimana dengan Sea?
Sea telah di jaga oleh sang bodyguard yang sebelumnya menjaga Neo. Lagi pula kali ini Sea sudah kembali terlelap.
Tubuh Sea belum sepenuh nya normal sediakala layaknya seorang yang telah sehat, melainkan jauh dari itu.
"Apa yang terjadi padanya?"
Jimmy yang semula menatap satu persatu orang disana terlebih dahulu, berakhir memilih membuka mulut nya mulai menjelaskan dugaan yang terjadi.
Hanya saja ia belum dapat memastikannya sebelum ia mendapatkan sebuah bukti konkret atas pemeriksaan MRI Sea sendiri.
Neo tercengang, begitu pun dengan Mix dan Earth yang baru saja mendengarkan penjelasan dari Jimmy.
"Apakah kau yakin bahwa Sea sengaja menutupi sebagian ingatannya dalam alam bawah sadarnya? Apakah begitu menyakitkan untuknya?"
"Kurasa begitu. Dari apa yang kutangkap dari pemeriksaan sebelumnya, ia merasa teramat bersalah pada adiknya. Ia merasa bahwa keadaan Mark saat ini yang tengah koma adalah akibat berusaha menyelamatkannya. Ia merasa bersalah membuat Mark koma, kerap kali ia mengatakan seharusnya dia yang terbaring disana, belum lagi kedua teman lainnya yang ia juga sebutkan dengan pandangan kalut dan sesak saat mengatakannya padaku."
"No, bukan Phi yang salah. Itu kecelakaan, lagi pula seharusnya aku tak meminta Mark ataupun membujuk Phi Sea agar meminta nya cepat pulang saat berlibur dengan teman temannya itu," ujar Neo tersedu sedu.
"Hei, jangan mengatakan seperti itu sayang. Bukan kalian berdua yang salah. Takdir yang telah menulis jalannya seperti itu. Tak ada yang tahu bahwa kecelakaan akan terjadi disana. Jika kami tahu, pasti kami telah membuat skenario agar tak ada kecelakaan itu," ujar Earth yang langsung memeluki putra bungsu nya itu.
Tak hanya Earth, Mix pun ikut memeluki putra bungsu kesayangannya itu.
Jimmy memerhatikan Neo sejenak, sebelum ia kembali bersuara memecah suasana yang terlihat sangat sensitif itu.
"Neo, apakah kau mau berkonsultasi denganku?" tanya Jimmy ketika melihat bahwa Neo juga tak baik baik saja, hanya saja demi memastikannya ia memerlukan Neo yang tak membentengi dirinya untuk berkonsultasi dengannya.
Neo terdiam menatap ke arah Jimmy lekat. Jujur saja dalam hati kecil Neo ia sadar bahwa ia tak seperti biasanya hanya saja ia tak mau di cap sebagai orang yang tak normal.
"Anggap saja kau tengah berdiskusi atau sedang curhat pada kakakmu," lirih Jimmy kembali berusaha meyakinkan Neo.
Earth dan Mix saling menatap satu sama lain. Ada perasaan hancur ketika menyadari bahwa kedua buah hatinya kini tengah tak baik baik saja dan mengarah pada kondisi mental yang sakit.
"Terimakasih," cicit Mix tak bersuara menatap ke arah Jimmy.
Hanya anggukan kepala singkat Jimmy berikan dengan maniknya kembali menatap ke arah Neo menunggu balasan dari pemuda yang jauh lebih muda darinya itu.
"Aku mau curhat denganmu. Jika kakak ku memercayaimu, maka aku juga berusaha memercayaimu."
Kalimat yang akhirnya di ucapkan oleh Neo.
Jimmy memberikan senyuman tipis dan menganggukan kepalanya.
Tak lama setelah nya Earth dan juga Mix keluar dari sana, sedangkan Neo lanjut konsultasi dengan Jimmy.
Karena Neo mengatakan 'curhat' alih alih konsultasi maka Jimmy yang terlihat di hadapan Neo membuat suasana mengikuti kemauan pemuda itu.
"So, apa yang ingin kau ceritakan padaku?"
Neo mengambil nafas nya dalam dalam sembari memejamkan manik nya sejenak, sebelum ia membuka manik nya sembari menatap ke arah Jimmy.
"Aku merasa bersalah pada kekasih ku, dan juga kakak ku. Jika saja aku tak merajuk pada Mark karena asik berlibur sendiri, dan membujuk Phi Sea agar mengatakan pada yang lain untuk pulang cepat, maka mungkin mereka tak akan kecelakaan bukan? Aku yang salah disini."
Kalimat panjang penuh penyesalan yang Neo ungkap kan pada Jimmy.
"Dimana salah nya? Kau tak mengancam mereka untuk pulang cepat atau semacam nya bukan? Kau hanya mengungkap kan isi hatimu pada mereka bukan? Dan mereka sendiri yang memutuskan untuk pulang bukan?"
Hening ...
Seketika Neo terdiam dengan isi kepala nya yang kini berfikir keras sembari membenarkan rentetan pertanyaan yang di lontarkan oleh Jimmy padanya.
"Kau hanya terlalu banyak berfikir Neo. Kuharap kau tak lagi menyalahkan dirimu, dan kau harus ingat saat ini kakak mu membutuhkan mu dalam proses penyembuhannya begitu pun dengan kekasihmu. Ah, Apakah kau merasakan hal lain selain kau merasa bersalah pada mereka?"
Sejenak Neo berfikir dan tak lama menggelengkan kepala nya.
Jimmy tersenyum mendengar nya.
"Kurasa saat ini aku hanya akan meresepkan vitamin padamu, karena kau terlihat lelah sekali, tetapi jika ada hal yang janggal secara berjalan kau dapat bercerita padaku," ujar Jimmy yang juga tak menyebutkan kata konsultasi pada Neo.
"Terimakasih dokter Jim. Ah, apakah Phi Sea serius saat mengatakan bahwa kau hampir menjadi kakak angkat kami?"
Jimmy terkekeh ia pun tak tahu menahu akan hal itu, hanya saja memang benar saat ia sekolah dulu Mix seakan menjadi Ibunya atau paling tidak orang yang ia hormati layaknya orang tuanya sendiri, karena kala itu keadaan orang tuanya yang seakan tak memihak padanya.
Beruntung kali ini kedua orang tuanya tak seperti dulu, paling tidak kedua adiknya tak merasakan yang ia rasakan dulu. Itu sudah lebih dari cukup untuknya.
Neo mengangguk anggukan kepala nya.
"Ah, kau punya adik?"
"Yup, aku punya dua orang adik laki laki. Sepertinya salah satu adikku mungkin seumuran denganmu," ujar Jimmy.
Neo mengangguk anggukan kepala nya pelan.
"Pasti mereka senang memiliki kakak sepertimu yang bisa mendengar curhatan mereka setiap hari," lirih Neo.
"Kau terlalu melebihkan, sepertinya adikku tak merasakannya. Mereka cukup sibuk, atau mungkin aku juga yang sibuk."
Neo mengerjapkan maniknya tak percaya atas ucapan itu.
Namun tak lama setelah nya Neo mencoba membicarakan hal lain yang justru cenderung membicarakan mengenai Sea-sang kakak.
Sesekali sudut bibir Jimmy terangkat kala mendengar Neo membicarakan mengenai Sea.
'Woah ... ada apa dengan ku.' Monolog Jimmy yang sempat menyadari bahwa ia menjadi lebih sering tersenyum.
——•••——
TBC
Ada yang bisa tebak dua adik nya Jimmy siapa? 🤭
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🥰
See you next chapter
Leave a comment and vote
.
.
CA
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance [END]
FanfictionBerawal dari kehidupan seorang pemuda yang terasa monokrom-tak berwarna sedikit pun, di dukung dengan lingkungan yang membentuk pribadi nya menjadi disiplin, kaku dan acuh. Tak menyangka akan mendapatkan sebuah kesempatan untuk membalas 'hutang bud...
![Chance [END]](https://img.wattpad.com/cover/361860985-64-k829318.jpg)