Kini Jimmy, Neo, dan juga Sea berada di dalam mobil, dengan Jimmy yang berada di kursi pengemudi.
Lalu bagaimana dengan Sea?
Pemuda manis itu berada di kursi belakang sedang menyenderkan tubuhnya, sembari bersidekap menyilangkan tangannya, dan jangan lupakan bibir nya yang ia poutkan jelas tengah merajuk pada dua pemuda yang kini berada di bangku depan.
"Mengapa kalian berdua seperti tengah bekerja sama menjauhkan ku dari para penggemarku?"
Keduanya tak menjawab, melainkan satu sama lain sempat melirik, seakan lirikan mereka dapat memperoleh jawaban yang sama dalam menjawab pertanyaan dari Jimmy.
"Kau masih belum begitu sehat, jika penggemarmu semakin banyak yang datang, maka kau akan kelelahan. Lagi pula sebelumnya kau yang meminta pulang cepat bukan?"
Bukan Neo yang mengatakan itu, melainkan Jimmy lah yang membicarakan hal itu, dan jangan lupakan pada setiap penekanan kata yang terlontar dari belah bibir Jimmy.
Sea menegukkan saliva nya kasar. Sungguh entah mengapa kali ini Jimmy terasa cukup menyeramkan, bahkan kalimat yang telah ia fikirkan sebelumnya tak dapat ia utarakan pada Jimmy untuk membalas kalimat dari pemuda itu.
Tak dapat mengatakan apa apa membuat Sea membuang wajah nya ke arah samping tak ingin menghadap ke depan, sedangkan Jimmy kini telah mencuri curi melihat wajah Sea dalam spion tengah mencoba menatap wajah pemuda manis itu.
Jujur ia sempat sadar bahwa kalimat nya tadi pastinya seakan tengah menyudutkannya dengan suara yang jauh lebih tegas tak seperti dirinya biasanya.
Jimmy menghela nafasnya pelan. Ia tak mau Sea akan menjadi takut padanya, apalagi memiliki jarak antara dirinya dan Sea yang padahal ia saja baru mau mengejar Sea agar dapat menjadi miliknya.
"Sea," ujar Jimmy kembali mencoba mengambil atensi dari Sea.
Nihil tak ada jawaban dari Sea.
Pemuda manis itu sibuk mengalihkan tatapannya pada mobil mobil yang berlalu di samping mobil mereka.
"Sea."
Sekali lagi Jimmy memanggil Sea dengan suara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.
Neo yang sebelum nya sedikit mengabaikan interaksi di antara Jimmy dan juga Sea, kini menolehkan kepala nya ke arah belakang.
"Phi, Phi Jimmy memanggilmu, kau tak berniat menjawabnya?"
Tunggu ...
Apakah Sea tak salah mendengar? Sejak kapan Neo memanggil Jimmy tanpa embel embel dokter?
Seketika Sea menatap ke arah adiknya.
"Kau panggil siapa tadi?" tanya Sea sembari menunjuk Jimmy.
"Phi Jimmy."
Sea mengerjapkan manik nya beberapa kali.
"Phi Jim bilang karena aku adikmu dan juga teman Nanon, jadi Phi memperbolehkan ku tak memanggil dokter padanya."
Sea hanya ber-oh ria mendengar penjelasan dari Neo. Entah mengapa ia merasa cukup senang melihat keakraban adiknya dengan Jimmy.
Bolehkah ia merasa senang seperti itu?
"Sea," ujar Jimmy sekali lagi sesaat ia menyadari bahwa Sea sudah mulai bersuara tak seperti sebelumnya.
Dengungan pelan terdengar dari belah bibir Sea.
"Kau marah padaku?" tanya Jimmy pada Sea.
Gelengan kepala pelan yang dapat di lihat dari spion tengah di berikan oleh Sea sebagai jawaban.
"Lalu, mengapa kau tak menggubris panggilanku sebelumnya?"
Sea menatap ke arah spion tengah, dimana ia dapat melihat Jimmy yang menatap ke arah nya.
"Kau menyeramkan jika seperti tadi," celetuk Sea yang entah keberanian dari mana mengatakan demikian pada Jimmy.
Seulas senyum dari kedua ujung bibir Neo terangkat sempurna. Rasanya ingin sekali ia menggoda Sea dengan Jimmy. Namun mengingat situasi nya yang berada di antara keduanya, membuat Neo terpaksa menekan keinginannya untuk menggoda Sea.
Dengan cepat Jimmy meminta maaf pada Sea, karena jujur ia tak bermaksud membuat Sea seperti itu, hanya saja karena rasa khawatir nya yang lebih besar lah membuat nya demikian.
Sekali lagi sebuah dengungan sedikit lebih nyaring terdengar jelas oleh Jimmy.
Tak lama setelah nya Sea memilih menyandarkan tubuhnya pada bangku mobil belakang dan memejamkan kedua maniknya.
'Ah, sepertinya kau kelelahan.' Monolog Jimmy yang masih sesekali tak lepas dari pandangannya menatap ke arah Sea.
Nanon yang memiliki tingkat rasa penasaran yang tinggi membuat nya mengikuti arah pandang Jimmy.
"Sepertinya Phi Sea sangat lelah, buktinya saja ia langsung tertidur pulas sesaat tadi kita mengobrol cukup panjang."
Jimmy tentu saja mengiyakan pernyataan yang baru saja di katakan oleh Neo tersebut, karena memang ia merasakan hal yang sama dengan Neo.
"Neo, apakah kau pernah berfikir bahwa kecelakaan Sea dengan teman-temannya itu mungkin saja bukan murni kecelakaan?"
Untuk beberapa menit Neo tampak berfikir keras. Tak langsung mengiyakan ataupun menyanggah nya.
Jujur saja sempat ia berfikir sesaat, tetapi ia tepis karena ia sendiri cukup takut jika memang kenyataannya demikian.
Bagaimana jika hidup damai Sea tak tak dapat ia rasakan kembali?
Hal hal semacam itu yang hendak di yakini oleh Neo. Hanya saja ...
Bagaimana firasat nya benar? Bagaimana jika memang benar kecelakaan tersebut murni ada yang mencelakai mereka?
Sebuah pertanyaan yang tiba tiba berputar di kepala nya.
"Aku tak yakin."
Kalimat singkat tersebut yang di pilih paling aman oleh Neo pada Jimmy.
Jimmy sibuk mengangguk anggukan kepala nya, dengan enggan membeberkan apa yang ada di kepalanya.
'Ada yang terlewat disini.'
***
Seorang pria tampak menggigiti kuku kuku jenarinya, lantaran tak kunjung mendapatkan pesan balasan dari apa yang sudah ia kirimkan pada idola nya.
Idola?
Itu yang pemuda itu fikirkan dalam keyakinannya, walaupun pada definisi sebenarnya mungkin ia jatuh seperti penggemar berat yang mengarah sebagai haters dalam satu waktu.
Bagaimana mungkin jika ia menjadi penggemar tetapi alam bawah sadar nya justru menyakiti idola nya tersebut, dan kerap kali meneror guna memenuhi keinginannya sendiri tak menghargai ide atau pun alur tulisan yang di buat oleh penulis nya.
"Argghhhh!!! Kau !!! Mengapa kau nakal sekali sih!" Pekik pemuda itu sembari menatap salah satu foto besar Sea yang ia tempelkan pada dinding disana.
Kekesalan pada pemuda itu seakan menjadi jadi. Ia fikir Sea akan langsung membaca pesannya dan membalasnya karena Sea akan merasa takut akan isi pesan darinya.
Namun yang terjadi justru sebaliknya!
Pemuda itu memijit pelipis nya, dan tak lama ia membuat pesan baru dengan harapan kali ini pesan tersebut benar benar sampai pada idola nya.
'Kau harus membacanya!'
——•••——
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🥰
See you next chapter
Leave a comment and vote
.
.
CA
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance [END]
FanfictionBerawal dari kehidupan seorang pemuda yang terasa monokrom-tak berwarna sedikit pun, di dukung dengan lingkungan yang membentuk pribadi nya menjadi disiplin, kaku dan acuh. Tak menyangka akan mendapatkan sebuah kesempatan untuk membalas 'hutang bud...
![Chance [END]](https://img.wattpad.com/cover/361860985-64-k829318.jpg)