Chapter 33

1.7K 90 4
                                        

Beberapa kali Luke mencoba menghubungi Sea, tetapi tak kunjung di angkat oleh penulis kesayangannya itu.

Jujur saja ia cemas. Bagaimana bisa ia tak cemas ketika penulis kebanggaannya itu terluka saat secara tak sengaja lantaran telah menyakiti hati penulis lain, dimana ia terlihat tak profesional dalam mengambil keputusan.

Namun jujur saja ia bukannya tak profesional, melainkan ia telah berfikir dalam jangka panjang ke depan, mengapa ia memilih buku Day—Sea yang lebih dahulu ingin ia terbitkan dibandingkan milik June, dan sebagainya.

Ia memiliki alasan tersendiri!

Untuk kesekian kali nya akhirnya panggilan telefon pada Sea diangkat.

"Hallo Sea, apakah kau baik baik saja?" tanya Luke langsung tanpa mendengar suara dari seberang telefon lebih dahulu.

Hening ...

Tak ada jawaban langsung dari seberang telefon.

"Sea? Kau mendengar suaraku?" tanya Luke ragu akan sinyal telefonnya yang mungkin saja jaringan nya tengah jelek.

"Ah, maaf ini bukan Sea."

Jawaban yang cukup mengejutkan bagi Luke ketika mendengar jawaban bahwa bukan Sea lah yang menerimanya.

Luke tampak mengerutkan keningnya bingung, seakan benang kusut yang tak menemukan sebuah titik temu nya.

"Bukankah nomer ini milik Sea?"

Dengan cepat pemuda di seberang telefon mengiyakannya hanya saja pemuda yang tak lain adalah Jimmy, segera mengatakan untuk sementara Sea tak dapat di ganggu.

Sea butuh istirahat akibat insiden pagi ini. Bukan hanya secara fisik yang harus diistirahatkan pada Sea, melainkan secara psikologi juga.

Jimmy selaku dokter Sea tentu saja Jimmy menyadari insiden saat ia berada di ruangan kepala editor ada hal yang sedikit mengguncang secara psikologinya.

Walaupun secara mata telanjang hanya fisik Sea saja yang terlihat bermasalah.

"Baiklah, sampaikan salam ku pada Sea, sekaligus permintaan maaf karena terjadi insiden yang tak di harapkan pagi tadi. Sea dapat menghampiriku kembali ketika semuanya telah membaik. Saya akan menunggu."

Jimmy dengan tegas mengiyakan perkataan Luke, hanya saja untuk permintaan maaf Jimmy menyarankan untuk mengatakan langsung pada Sea nantinya.

"Baik, terimakasih ..."

Luke terdengar bingung menggantungkan kalimat nya.

"Jimmy, Perkenalkan saya Jimmy teman dekat Sea."

"Ah, terimakasih Khun Jimmy."

"Ya."

Hanya balasan singkat yang di katakan oleh Jimmy. Ia tak ingin banyak bicara ataupun basa basi dengan orang yang tak di kenal oleh nya, terlebih orang itu telah membuat orang kesayangannya dalam bahaya.

"Sepertinya aku melakukan kesalahan cukup besar," lirih Luke setelah panggilan dengan Jimmy terputus.

Ayolah ia tak menginginkan hal hal semacam ini terjadi, terlebih menyangkut pekerjaannya.

***

"Jim, Sea baik baik saja. Hasil rontgen nya bersih tak terjadi hal hal yang kau khawatir kan."

Chance [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang