Langkah kaki pasti Jimmy kini menuju ruang salah satu rawat inap yang memang menjadi tujuannya sedari tadi setelah selesai membaca data pasien dari DPJP sebelumnya.
Ketukan pintu Jimmy lakukan sebelum memasuki ruangan tersebut.
Jimmy menggeser pintu ruang rawat inap VIP tersebut, dimana di dalam nya terdapat sepasang orang tua yang tengah meratapi putranya yang tak kunjung memberi respon apapun.
Tangisan tertahan dapat Jimmy dengar secara samar disana.
"Permisi, apakah saya bisa memeriksa pasiennya?" tanya Jimmy sopan pada keluarga pasien yang ia yakini belum menyadari keberadaannya saat ini.
Secara serempak keluarga pasien menolehkan kepalanya ke arah nya.
"Ah, kau dokter yang meme—"
Mix menjeda kalimat nya sejenak menatap sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangan rawat inap putranya itu.
"Kau Jimmy?"
Kaget Mix mendapati Jimmy sebagai dokter yang akan menangani putranya.
Jimmy segera menganggukan kepala nya menatap ke arah Mix yang dulu adalah orang penting yang membuat nya dapat berdiri seperti sekarang ini.
"Lama tak bertemu dokter Mix."
"Woah, kau benar jadi dokter juga rupanya. Mengapa kau tak mengabariku?"
Jimmy menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Earth yang sedari tadi hanya menyaksikan interaksi di antara istrinya dan juga Jimmy kini mulai menelaah siapa dokter yang sebenarnya baru datang itu.
"Ah, apakah dokter ini adalah remaja yang kau maksud waktu itu?"
Mix dengan cepat menganggukan kepala nya.
"Benar honey, dia remaja itu, hanya saja aku kecewa kala itu karena tak mendapat kabar apapun dari nya, waktu itu aku khawatir ada hal buruk yang terjadi padanya. Namun jika ku melihat sekarang ini ... sepertinya dia sudah menjadi orang sukses tak seperti dulu," ujar Mix tulus menatap ke arah suami nya berselang menatap ke arah Jimmy.
"Maaf."
Satu kata itu yang pada akhirnya Jimmy keluarkan. Jujur saja ia ingin menjelaskan lebih lanjut pada Mix, hanya saja suara nya entah mengapa tertahan di tenggorokannya tak dapat ia keluarkan begitu saja.
Seulas senyum Mix berikan pada Jimmy.
"Bisakah kau memeriksa putraku?"
Suara Mix terdengar lebih rendah dari sebelumnya disertai tatapan sedikit memohon pada Jimmy.
Tega?
Tentu saja Jimmy tak tega akan hal itu!
Jika biasanya seorang Jimmy abai akan perasaan perasaan seperti itu dan berlaku profesional semata, maka tidak saat ini.
Ia cukup terpengaruh perasaan mengingat kebaikan Mix di masa lalu nya.
"Aku akan memeriksa nya dokter Mix."
Setelah nya Jimmy memeriksa kondisi putra dokter Mix, yang tak lain bernama Sea Tawinan Anukoolprasert.
Denyut nadi nya terasa normal, hanya saja tatapan kosong saat membuka maniknya membuat Jimmy menyadari bahwa saat ini Sea tengah terpukul.
"Hei ... maksudku Sea, apakah kau bisa mendengar suaraku? Jika kau mendengar nya bisa kau menatap ku?" tanya Jimmy halus pada Sea.
Semula tak ada respon dari pemuda yang ada di hadapannya. Tak ada pergerakan apapun selain Sea yang duduk di ranjang pasien, dengan tatapannya yang masih menatap ke depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance [END]
FanfictionBerawal dari kehidupan seorang pemuda yang terasa monokrom-tak berwarna sedikit pun, di dukung dengan lingkungan yang membentuk pribadi nya menjadi disiplin, kaku dan acuh. Tak menyangka akan mendapatkan sebuah kesempatan untuk membalas 'hutang bud...
![Chance [END]](https://img.wattpad.com/cover/361860985-64-k829318.jpg)