6. IZIN AYAH

4 2 0
                                    

SELAMAT MEMBACA

.

.

RINA seorang ibu rumah tangga yang merupakan ibu kandung dari ayni itu, masih terus menatap penasaran kearah seorang gadis yang kini sedang bermain dibawah hujan deras itu

Iya, itu adalah ayni, anak perempuan satu satunya rina dan juga suaminya FEMAS

Rina sangat tahu kalau anak perempuannya itu sangat membenci hujan karena menurut anaknya itu hujan sangatlah merepotkan dan bisa membuat orang yang bermain dibawahnya bisa jatuh sakit karenanya

Disaat semua orang berpendapat kalau hujan itu adalah sebuah rahmat dan juga kebahagiaan bagi sebagian orang, berbeda halnya dengan anaknya yaitu ayni.

"Assalamualaikum, eh kenapa ibu berdiri disitu?" Tanya ayni sambil tersenyum menatap wanita paru baya yang merupakan ibu kandungnya itu

"Waalaikumsalam, tumben nak kamu mandi hujan? Biasanya kamu paling anti dengan hujan karena menurutmu kan hujan itu merepotkan dan juga ribet, tapi kenapa sekarang malah main dibawah hujan kayak tadi?" Tanya rina balik sambil menatap penasaran kearah anak perempuannya itu

"Itukan pendapat ayni dulu buk, sekarang mah beda berkat orang itu." Ujar ayni sambil tersenyum kecil

"Hah? Orang itu? Siapa orang itu ayni?"

"Ada deh, pokoknya ibu gak perlu tahu" ucap ayni sambil menyembunyikan malunya

"Aduh anak gadis ibu, udah bisa main rahasia rahasia ya?" Ujar rina sambil tertawa kecil

"Ohiya, ibu lagi nunggu siapa?" Tanya ayni konyol sambil melihat sekeliling

"Lagi nunggu kamilah ayni, masa nunggu salju lewat. Kamu ini ada ada aja, sana cepat masuk lalu mandi nanti takutnya kamu sakit lagi."

"Siap bos!" Ujar ayni sambil memberikan hormat lalu langsung berlari masuk kedalam rumahnya

Setelah melihat anak perempuannya itu berlari dengan kaki yang menjinjit, rina pun hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing

"Astagfurullah anak itu," ucap rina sabar

.

.

Dua puluh menit berlalu, kini ayni pun keluar dari kamar mandinya dengan keadaan rambut yang sedikit masih basah

Perlahan ayni pun menolehkan kejam dinding yang berada tepat diatas pintu kamar mandi

Kini sudah menunjukan jam tiga sore, sungguh ayni sangat malas untuk turun kebawah hanya untuk sekedar makan saja

Sungguh, dirinya sangat malas untuk melangkahkan kakinya sekarang

"Dahlah, nanti aja makannya." Ujar ayni sambil menghempaskan tubuhnya diatas kasur kesayangan

Namun disaat matanya tertuju pada sebuah kertas yang terletak diatas meja belajarnya, ayni pun langsung keingat akan surat izin yang harus ditanda tangani oleh ortunya

"Ohiya, surat itu." Gumam ayni lelah

Dengan perasaan yang cukup lelah, perlahan ayni pun beranjak dari tidurnya dan lalu berjalan keluar dari kamarnya sambil membawa surat izin ortu yang diberikan gurunya tadi

Setibanya ayni diatas tangga yang menghubungkan lantai bawah dan lantai atas, ayni sudah dapat melihat ibunya yang berada dilantai bawah yang kini sedang duduk sambil memainkan ponselnya

"Bu," panggil ayni yang saat itu sedang menuruni anak tangga

"Iya, kenapa ay?" Tanya rina tanpa menoleh sedikitpun kearah ayni

The story after the rain (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang