Three months later...
3 bulan berlalu Rendra masih menunggu nauren sadar. Ia duduk di bangku depan ruang ICU dan hanya melihat ke arah lorong dengan tatapan kosong sedari tadi rendra hanya melamun saja
"Lo kapan sadar sih udah 3 bulan lo tidur ga bangun bangun gue tiap hari kesini biar waktu lo sadar gue udah ada di samping lo nau" ucap rendra pada dirinya sendiri
Tiba-tiba dokter Theo datang menghampiri rendra lalu duduk tepat di samping rendra
"Kamu tidak pulang? " ucap dokter Theo, rendra menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Jangan sedih gitu dong kalau kamu sedih nanti kamu drop lagi terus gabisa nemenin nauren sampai akhir" ucap dokter Theo
Tanpa sadar sebuah cairan bening menetes dari mata rendra, "Dok, kalo beneran gimana dok? " ucap rendra dengan terbata-bata
Dokter Theo tak menjawab perkataan itu lalu memeluk rendra dengan erat dan kini rendra sudah menangis sejadi-jadinya. Dokter Theo masih memeluk rendra sangat erat sampai ia merasa tenang namun tiba-tiba terdengar suara dari dalam ICU, suara detak jantung nauren yang semakin cepat
Dokter Theo pun melihat ke arah belakang lalu dengan terburu buru ia menggunakan masker nya lalu masuk kedalam ruang ICU
"Rendra tolong panggilkan suster di ruangan saya " ucap dokter Theo sambil mengenakan masker
Rendra mengangguk lalu segera pergi menuju ruangan dokter Theo, sesampainya disana Rendra pun berteriak
"SUSTERR DI BUTUHIN DOKTER THEO DI RUANG ICU SEKARANG " ucap Rendra yang semakin panik
Mereka semua pun segera berlari ke arah ICU Rendra yang tadi sudah merasa aga tenang kini menjadi panik lagi. Semua suster masuk kedalam ruang ICU dan Rendra hanya bisa melihat dari luar
"Tuhann Rendra minta tolong jangan ambil nauren Tuhan Rendra mohon Tuhan" ucap Rendra dengan nada bergetar
***di sisi dokter Theo***
"Sus cek infus " ucap dokter Theo
"A-aa-bbba-ban-g" ucap nauren dengan nada kecil dan sedikit terputus-putus
"Dokk pasien memanggil abang" ucap salah satu suster
"Iyaa saya dengar" ucap dokter Theo
Tak lama keluar cairan bening dari mata nauren dan sedikit demi sedikit mata nauren mulai terbuka
"Kenapa buram? Gue dimana? Gue udah mati ya? Banyak orang dan ada cahaya" ucap nauren dalam hati
"Nauren" ucap Rendra
"Gue denger ada yang manggil" ucap nauren masih di dalam hatinya
"Buka mata nau gue ada di samping lo gue kangen sama lo" ucap Rendra sekali lagi
Dan kini mata nauren sudah 100% terbuka lebar lalu ia melihat ke arah kiri dimana Rendra berdiri
Rendra yang tak kuasa menahan tangisnya itu pun langsung memeluk erat nauren "gue kangen banget sama lo, kenapa lo bangun lama banget sih"
"Aaa sosweet sekali kalian pasti udah berhubungan lama" ucap salah satu suster
"Maaf sus mereka adek kakak " ucap dokter Theo dengan senyum kecutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA
Jugendliteratursemesta menceritakan seorang anak kembar yang hidup dalam keluarga yang harmonis dan tidak pernah ada kekerasan dalam keluarga mereka nauren soraya seorang wanita yang selalu merasa bahagia berkat abang nya narendra maheza seorang lelaki yang sela...
