Nauren dan Rendra sekarang ada di aula sekolahnya untuk menerima rapor dan ijazah nya.
"Nauren Soraya dengan predikat juara 1 Olimpiade matematika dan mendapatkan ranking 1 seangkatan , dimohon untuk naik ke panggung untuk penerimaan ijazah dan Piala" ucap bu Ani wali murid nya.
"Selamat ya sayang sekarang kamu mau gih" ucap vania.
"Siap bun" jawab Nauren sambil memberikan senyuman manis kepada sang ibunda.
"Selamat ya nak " ucap bu Ani.
"Makasih bu" jawab Nauren.
"Selanjutnya Narendra Maheza dengan predikat juara 1 Olimpiade matematika, juara 1 turnamen basket, dan juga mendapatkan rangking 2 seangkatan, dimohon naik ke panggung untuk mengambil ijazah dan piala" ucap pak kepsek.
"Selamat ya bang" ucap Nauren.
Rendra menjawab dengan mengacungkan kedua jempol nya sambil berjalan menuju panggung.
"Selamat ya nak" ucap pak kepsek.
"Terimakasih ya pak" jawab Rendra.
Setelah acara perpisahan selesai sekarang Nauren, Rendra dan orang tuanya sudah berda di depan gerbang sma 1 samudra benar saja mereka akan di daftar kan disana.
Nauren dan Rendra pun turun dari mobil sedangkan orang tua mereka sedang memarkirkan mobil nya.
Tak lama kemudian vania dan Eksa pun datang menghampiri Nauren dan Rendra sekarang mereka berjalan menuju ruang kepala sekolah karna baru pertama kali mereka ke sini maka mereka pun tidak tau tempat di mana ruang kepsek itu berada.
Namun ada salah satu satpam yang sedang berjaga di sudut ruangan tersebut lalu mereka pun mendatangi satpam tersebut.
"Permisi ruang kepala sekolah ada di mana ya? " ucap Eksa.
"Bapak tinggal lurus aja nanti ada nama 'ruang kepala sekolah' ada di sebelah kiri ya pak dekat dengan taman mini" ucap satpam tersebut.
"Makasih ya pak kami permisi" ucap Eksa.
"Sama sama pak" ucap satpam tersebut.
Kini mereka pun telah sampai di ruang kepsek tersebut mereka pun mengetok pintu ruang kepsek itu.
Tok tok tok.
"Iya masuk" ucap kepsek.
Mereka pun masuk ke ruang kepsek tersebut.
"Permisi pak" ucap Eksa.
"Mari silakan duduk pak buk" ucap kepsek tersebut.
"Perkenalkan saya Eksa orangtua dari naren dan nauren" ucap Eksa.
"Owalah ini toh pak Eksa" ucap pak kepsek.
"Papah sama kepsek nya kenal ya? " ucap nauren sedikit berbisik ke Rendra.
"Kayanya sih iya kayak akrab gitu keliatannya" jawab Rendra sedikit berbisik juga.
"Iya Pak jadi gimana jadi anak anak nya daftar di sini?" Tanya pak kepsek.
"Jadi dong, iya kan anak anak? " tanya Eksa ke Nauren dan Rendra. Nauren dan Rendra hanya menjawab dengan anggukan kecil.
"Baik kalau begitu 2 minggu lagi kalian udah bisa masuk ke sini ya " ucap kepsek.
"Baik Pak" ucap Nauren dan Rendra bersamaan.
"Ini ya pak uang nya, saya nitip anak saya loh pak" ucap Eksa sambil menyodorkan uang ber amplop coklat tersebut.
"Sipp, aman itu" ucap kepsek.
Sekarang Nauren dan Rendra pun sudah ada di rumah mereka.
"Gilaa capet bangett" ucap Rendra.
"2in" jawab nauren singkat.
"Oh iya, tadi kok papah keliatan akrab banget sih sm kepsek nya? Pake orang dalem yaaa hayolooo" ucap Rendra dengan nada menuduh.
"Hooh tuh akrab banget tapi yakali seorang pak Eksa menggunakan orang dalam ya ngga bun? " ucap Nauren.
"Iya tuh ada ada aja kakak kamu ini yakali papah kalian yang ganteng ini menggunakan orang dalem" lanjut Eksa.
"Kepedean" ucap vania
"Sakiet hatih akoh yang mungiel ini bundahh" ucap Eksa sambil memasang muka memelasnya.
"WKAKAKAKAKA kasihan sekali papah ku ini" cibir Nauren dan Rendra sambil melakukan tos tanda setuju.
"Iya iya tadi itu teman nya sahabat papah jadi ya akrab gitu" jawab Eksa jujur.
"Owalah pantesan" jawab Nauren sambil menganggukan kepalanya.
"Tapi kan kalo kita ga di Terima di sana yang mampus juga kepsek nya kali" ucap Rendra.
"Kenapa gitu? " tanya Nauren kebingungan.
"Lo lupa papah kita siapa? " tanya Rendra memastikan.
"Ooo iyaaaa bener bener xixixixi" jawab Nauren sambil tertawa seperti mbak kun, bestie nya sih kayanya.
"Ketawa lo kek kuntilanak" ucap Rendra.
"Lho yang ketawa tadi non Nauren toh kirain beneran ada kuntilanak" ucap bi aya yang baru saja selesai menyiram tanaman di halaman depan, kebetulan juga waktu Nauren tertawa mereka sedang berada di teras, otomatis bi Aya juga denger kan deket.
"Ihh bibi tidak berperi kenaurenan " jawab Nauren sambil memasang wajah cemberut dan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Maap ya non tapi ucapan den Rendra bener" jawab bi aya jujur sambil menutup mulutnya agar tidak terlihat jika sedikit tertawa, ya walaupun endingnya keliatan juga dari gerak geriknya.
Sekarang di rumah mereka hanya terdengar canda dan tawa keluarga mereka memang terkenal keharmonisan nya tak pernah sekalipun tetangga mereka mendengar keributan di rumah mereka.
Namun ada satu rumah yang dulu memang kosong namun sekarang sudah di tinggali oleh satu keluarga dan keluarga Nauren sering mendengar suara seperti benda jatuh, tangisan, teriakan dan lain lain.
Bahkan jarang sekali mereka melihat ada orang keluar dari rumah tersebut hanya saja Nauren pernah melihat seorang lelaki yang sedang duduk di teras rumah nya.
Nauren memang suka naik ke rumah pohon yang ia buat bersama kakak nya dan keluarga nya dahulu nauren suka sekali melihat pria tersebut namun jarang sekali Nauren melihat pria tersebut tersenyum.
Siapa kirakira lelaki itu?? Dan kenapa setiap hari ada suara teriakan dari rumah mereka? Apakah tentangga yang lain juga mendengarnya? Next part all...
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA
Jugendliteratursemesta menceritakan seorang anak kembar yang hidup dalam keluarga yang harmonis dan tidak pernah ada kekerasan dalam keluarga mereka nauren soraya seorang wanita yang selalu merasa bahagia berkat abang nya narendra maheza seorang lelaki yang sela...
