Chapter 25

22 14 1
                                        

Kicauan jangkrik terdengar samar di kejauhan, langit malam dihiasi bintang-bintang yang berkelap-kelip. Udara malam terasa segar dan sejuk. Pukul tujuh malam. Bunyi pintu yang terbuka memecah kesunyian, teman-temannya kembali dengan koper-koper berisi baju tidur dan seragam sekolah, membawa energi yang menambah keceriaan malam yang cerah berbintang.

Suasana rumah Anya langsung terasa lebih hidup. "Hai, semuanya!" sapa Anya, senyumnya merefleksikan kegembiraannya melihat teman-temannya kembali dengan semangat yang tinggi.

Bau plastik dan kertas baru tercium dari koper yang dibawanya. Kiera, dengan sorot mata berbinar, mengeluarkan album-album K-pop kesayangan mereka. "Haii beb!" serunya, suaranya bercampur dengan suara koper yang dijatuhkan.

"Oh iya! Gue bawa semua album K-pop favorit kita. Kita bisa dengerin dan nge-dance bareng nanti!" Rumah Anya bergetar dengan teriakan riang mereka.

"Sekalian karaoke nggak seh," usul Natalie, matanya berbinar. Gelak tawa memenuhi ruangan, diiringi anggukan setuju dari semua orang. Ide Kiera dan Natalie disambut dengan antusias.

Langkah kaki mereka bergema di lantai kayu kamar Anya yang luas. Mika terkesima, "Daebak! Kamar lo besar juga ya, bisa muat 2 kasur dalam satu kamar," Ia memperhatikan detail-detail di kamar tersebut, dari dekorasi dinding hingga penataan furnitur.

Suara kain yang dilipat dan ritsleting koper yang dibuka memenuhi ruangan.  Kiera, Nabila, Salwa, Mika, dan Natalie dengan cekatan menata barang-barang mereka di sudut kamar Anya. Aroma pakaian bersih dan segar tercium di udara, bercampur dengan tawa dan cerita mereka.

Aroma popcorn dan minuman soda memenuhi ruangan. Setelah menata barang-barang, mereka kembali ke ruang tamu, cahaya layar televisi menerangi wajah-wajah ceria mereka. Suara tawa dan musik bercampur dengan suara kartu Uno yang dimainkan, menciptakan suasana yang meriah dan menyenangkan.

Malam ini, sebuah bintang jatuh menerangi kegelapan jiwaku. Berbeda dari malam-malam sebelumnya yang bagaikan gurun pasir yang tandus dan sunyi, malam ini dipenuhi dengan kehangatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Biasanya, kegelapan hanya membawa kekosongan, namun malam ini... Malam ini, kehangatan itu hadir bagai oasis di tengah gurun.

Di seberang jalan, tersembunyi di balik dedaunan pohon rindang, sebuah bayangan gelap mengamati kebersamaan mereka dengan penuh iri. Seorang individu yang terasing, tersembunyi di balik bayang-bayang, merasakan betapa tajamnya rasa iri yang membakarnya, sementara tawa dan kebahagiaan memancar dari rumah Anya. Kegelapan malam menyembunyikan identitasnya, namun emosinya begitu terasa.

****************

Identitas Tersembunyi Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang