"Wow... amazing!" Mata Anya membulat sempurna, rahangnya sedikit ternganga, tak percaya Leo bisa menemukan akun base sekolah itu secepat ini. "Kok lo bisa langsung tahu sih?"
"Dih, ada ordal lu ye?" canda Nata, sambil menunjukkan gigi dan tersenyum lebar, bibirnya tertarik ke atas dengan ekspresi nakal.
Tatapan sinis Leo mendarat pada Nata, matanya menyempit seolah-olah mencoba menembus lelucon itu. "Sembarangan!" ketusnya, suaranya mengandung nada serius yang kontras dengan candaan Nata.
Tiba-tiba, Salwa mendekati Anya, Leo, dan Nata yang sedang berdiri di dekat pojok kantin. Dengan senyum ramah, ia bertanya, "Kalian udah pesan?"
Ketiganya terkejut dengan kedatangan Salwa yang tiba-tiba. Sebuah senyuman kikuk terkembang di wajah Anya, kepalanya menggeleng, lalu ia menjawab, "Eh... Ini kami baru mau pesen, hehe."
Salwa mengangguk, matanya menyapu sekeliling kantin yang ramai. "Ooh, okay. By the way kita tunggu di sana ya!" ujarnya sambil menunjuk ke arah meja makan.
Ketiga anak itu bergegas menuju ke loket makanan, Anya berbisik kecil kepada Leo yang berdiri tepat di belakangnya. "Tolong ya, simpen dulu." Leo mengangguk kecil, sebuah isyarat tenang sebagai jawaban.
Dengan nampan berisi mie ayam dan es teh, mereka berjalan menuju meja yang sudah disiapkan Salwa dan yang lain. Namun, saat berjalan menuju kesana, Shintya menabrak Anya dengan sengaja, sehingga membuat kuah mie ayam tumpah ke seragamnya.
Teman-temannya langsung menghampiri Anya, wajah mereka menunjukkan keterkejutan. Anya menghela napas panjang dan kuat, tangannya mengepal erat sebelum tatapan tajamnya tertuju ke arah Shintya. "Gila lo ya?" Dengan penuh amarah, ia menyambar sisa mie ayam di bajunya dan melemparkannya tepat mengenai seragam Shintya.
"Ewh!" Shintya terkejut, menepis potongan mie ayam yang menempel dengan ekspresi jijik.
Nata, teman perempuan Anya, ikut tersulut emosi. Amarah membara di matanya. Dengan sigap, ia menyuruh Leo memegang makanannya.
Dengan kedua tangannya, Nata mendorong bahu Shintya hingga terhuyung, "Heh, lo punya mata kagak sih?!"
Mata Shintya membelalak tajam ke arah Nata. "Anak baru nggak usah ikut campur!" pekiknya dengan sangat keras, tangannya mengepal erat.
Nata berdiri tegak, dadanya membusung. "Emangnya kenapa kalo gue anak baru!" Suaranya lantang, menantang. Ia menatap Shintya dengan tajam.
"Eh, lo nggak usah ikut campur dong!" Serang Gea dengan mendorong balik bahu Nata menggunakan jari telunjuknya, seakan menganggap Nata tidak penting.
Seperti muncul dari udara tipis, Mika tiba-tiba berdiri di antara mereka, tubuhnya sedikit membungkuk. "Udah, udah! Ngapain sih berantem di sini, di atap noh, sekalian nanti gue videoin, viral lu pada," sahut Mika bercanda sedikit sambil mengangkat ponselnya seolah-olah sedang merekam video.
Melihat suasana semakin memanas, Salwa malah menyulut api. Dengan senyum jahil, ia menyambar, "Tau ih, kurang jambakan atuh! Serang aja guys buru!"
Kiera menatap kedua temannya dengan wajah jengkel. "Heh! Bukannya membantu lebih baik, malah memperburuk suasana."
Teman-temannya berusaha memisahkan mereka, Kiera, dengan penuh perhatian, mengambil tisu dan membersihkan noda di seragam Anya yang kotor. Sementara itu, Natalie dan Shintya masih beradu argumen dengan suara yang semakin meninggi.
Dengan gayanya yang elegan, Nabila menghalangi tangan Shintya yang hendak menampar Nata. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain; Nabila dengan ekspresi tenang, sedangkan Shintya menatap dengan amarah yang membara.
"Stop, nggak usah main kekerasan di sini, kamu nggak malu diliatin banyak orang? Oh lupa, situ udah terbiasa ya?" cela Nabila. Kata-katanya seperti pisau yang mengiris sehingga membuat amarah Shintya memuncak, tetapi mendengar suara Nabila yang tegas, ia terdiam sejenak, seolah tak berdaya.
****************
KAMU SEDANG MEMBACA
Identitas Tersembunyi
Misterio / SuspensoAnya dan Luna adalah anak kembar yang non-identik dengan kepribadian yang bertolak belakang. Luna, yang lembut dan sensitif, menjadi korban bullying yang kejam di sekolah. Perlakuan buruk yang diterimanya, ditambah dengan pengaruh negatif dari lingk...
