Di toilet wanita, tepatnya di dekat cermin area cuci tangan, teman-temannya dengan sigap membantu membersihkan kotoran yang menempel di baju Anya. "Baju lo jadi basah banget, Nya," ujar Salwa sambil mengelapnya pakai tissue. Matanya menunjukkan rasa iba kepada Anya.
Anya berusaha menyembunyikan kekesalannya dengan sebuah senyuman, sembari menjelaskan bahwa jaketnya akan kering dengan sendirinya.
Dengan lembut, Nabila menyodorkan jaket Leo. "Kamu pake jaket ini aja buat tutupin basahnya," ujarnya penuh perhatian.
Mika langsung bertanya, matanya berkedip-kedip penuh kekhawatiran, "Lah, nanti nggak kering dong?" Dia mengerutkan dahi sedikit, tampak berpikir keras.
"Aih kamu mah, dari pada bajunya keliatan basah, mending dilapisi jaket," ujar Salwa sambil memutar mata dan mengangkat sebelah alisnya sedikit.
Anya meringis, merasa sedikit tidak nyaman dengan bajunya yang basah. "Gue masuk dulu ya, mau buang air kecil," ucapnya sebelum masuk ke bilik toilet.
Saat Anya sudah berada di dalam bilik toilet, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang aneh. Perasaan itu membuatnya spontan memutar badan ke arah pintu. Seketika, jeritan kencang meluncur dari mulutnya.
Ia melihat sebuah tulisan yang tertulis dengan huruf-huruf besar, "Tolong aku!" Anya terkejut dan hatinya berdebar kencang. Dia menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak ketakutan. Namun, ketakutannya hanya berlangsung sesaat. Dengan cepat, ia mengunci pintu dari dalam, lalu mengeluarkan handphone dan mengambil foto tulisan itu untuk berjaga-jaga.
"Kenapa, Nya??" tanya Kiera dari balik pintu, suaranya terdengar khawatir.
"Are you okay?" Natalie mengetuk pintu itu berkali-kali. Setelah beberapa saat, Anya menjawab dari dalam, "I'm okay! Ada cacing makanya gue kaget," katanya, berusaha agar suaranya tetap tenang meskipun jantungnya berdebar kencang.
Mereka berempat menghembuskan napas panjang, wajah-wajah mereka menunjukkan kelegaan. "Gue kira kenapa!" geram Kiera, alisnya masih bertaut.
Nabila menyilangkan kedua tangannya sambil menggelengkan kepala, wajahnya menunjukkan ekspresi heran dan sedikit kecewa.
Sementara itu, Anya melihat kembali tulisan yang ada di belakang pintu dan foto tulisan yang ada di surat pada hari itu. Matanya penuh dengan kebingungan, pikirannya berusaha mencari jawaban atas misteri ini.
****************
KAMU SEDANG MEMBACA
Identitas Tersembunyi
Mystery / ThrillerAnya dan Luna adalah anak kembar yang non-identik dengan kepribadian yang bertolak belakang. Luna, yang lembut dan sensitif, menjadi korban bullying yang kejam di sekolah. Perlakuan buruk yang diterimanya, ditambah dengan pengaruh negatif dari lingk...
