20. HTS

4.3K 219 3
                                        

"Maaf ini ceritanya bapak ma bekerjasama dengan perusahaan saya karna ada maksud dan tujuan tertentu?" Tanya Jeno pada seseorang yang merupakan pemilik perusahaan besar yang tadinya ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maaf ini ceritanya bapak ma bekerjasama dengan perusahaan saya karna ada maksud dan tujuan tertentu?" Tanya Jeno pada seseorang yang merupakan pemilik perusahaan besar yang tadinya ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaannya.

"Why not? Apa yang salah dengan tawaran saya? Bukannya ini sangat menguntungkan mu?" Tanya pria paruh baya tersebut pada Jeno.

Jeno menghela nafas.

Lalu ia menunjukkan jemarinya pada orang itu. Terdapat cincin yang melingkari jari manisnya.

"Saya sudah menikah pak, saya tidak bisa mengkhianati pasangan saya hanya karna kemajuan perusahaan saya, jadi kalau bapak menjadikan syarat untuk saya menikahi anak bapak agar perusahaan saya maju, saya tidak bisa" ujar Jeno baik baik.

Pria paruh baya tersebut mendengus dan menoleh ke arah anak perempuannya yang ada di sampingnya itu.

"Coba kau lihat anak saya yang begitu cantik ini!" Ujarnya sembari mengusap rambut sang anak.

Setelah itu ia kembali menatap Jeno.

"Ceraikan saja pasangan mu itu, saya yakin dia tidak ada apa-apanya kalau di bandingkan dengan anak saya" ujar Pria paruh baya itu.

Sedangkan anak perempuannya sedari tadi menatap Jeno dengan tatapan penuh damba.

Namun Jeno sama sekali tak meliriknya.

"Bapak salah, justru anak bapak yang tidak ada apa-apanya dengan pasangan saya, pasangan saya jauh lebih cantik dari anak bapak dan yang lebih penting kami saling mencintai pak. Saya tidak akan menukar apapun dengannya, karna dia harta berharga yang saya miliki" ujar Jeno sembari tersenyum kecil mengingat wajah cantik Nana.

"Berani kamu berkata seperti itu ?! menghina anak saya?!" Ujar pria paruh baya itu tak terima.

Sedangkan tangan anak perempuannya itu mengepal erat.

Jeno menggeleng.

"Saya tidak menghina, tapi saya menyampaikan pendapat saya, anak bapak cantik tapi kalau di banding dengan pasangan saya, kalah jauh" ujar Jeno.

"Akan saya pastikan kamu menyesal!" Ujar orang tersebut yang setelah itu berlalu dari sana bersama anak perempuannya itu tanpa pamit.

Jeno menghela nafas.

Hal yang baru saja terjadi itu persis seperti kejadian dimana Ayah Nana datang dengan menawarkan bantuan pada perusahaannya yang hampir bangkrut saat beberapa waktu lalu.

Beda-nya, Ayah Nana itu memang sudah Jeno kenal baik dengan Papa-nya.

Bisa di bilang teman dekat dalam dunia perusahaan begitulah.

Dan saat Ayah-nya Nana datang, ia datang sendirian mengajukan syarat itu pada Jeno tanpa membawa Nana.

Jeno belum pernah bertemu Nana, tapi karna perusahaan waktu itu memang sedang di ujung tanduk dan Jeno serta Papa-nya juga mengenal Ayah Nana, jadi Jeno mau melakukan perjodohan itu.

HTS (Hard To Soft)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang