Rose menaiki lift menuju ke kamar nya dengan diantar oleh seorang bellboy hotel, gadis itu memainkan jari-jari nya dengan gelisah, di belakang bellboy yang berdiri di depan nya dalam lift.
Tink
Lift berhenti di lantai sepuluh, Rose melangkah keluar mengikuti bellboy tadi, dan membuka pintu kamar nomor 1127.
"Ini kamar anda nona, kartu nya saya letakan disini" beritahu san bellboy.
"Ne, terima kasih, ini untuk anda" Rose menyerahkan selembar uang lima puluh ribu ₩on pemberian Rio tadi yang memang sudah berpesan guna di berikan untuk bellboy hotel.
"Terima kasih nona" bellboy itu menerima pemberian Rose dengan sopan.
"Saya permisi" ia lalu membungkuk sebelum pergi, Rose nampak memperhatikan isi kamar yang di sewa nya, sebelum memberitahu Rio lewat pesan.
Tok tok
Rose buru-buru membuka pintu kamar nya, karena ia tahu itu Rio.
Ceklek
Pemuda itu berdiri diambang pintu sambil mengenakan hoodie dan snapback nya untuk menyamar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rose terdiam sejenak, terpaku menatap pria tinggi di hadapan nya itu, tapi Rio tak memperhatikan nya, ia langsung masuk ke dalam kamar.
"Not bad" puji nya dengan pilihan Rose.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Matikan lampu nya" perintah Rio, Rose pun mematikan lampu nya, Rio menyalakan aplikasi tertentu lalu mengarahkan kamera nya ke semua sudut kamar, guna mencari kamera tersembunyi.
"Clear, nyalakan lagi" ucap nya setelah memastikan tidak ada kamera tersembunyi di kamar itu, kedua nya lalu bertatapan canggung, bingung untuk memulai, Rio membuka hoodie nya, ia lalu duduk di atas ranjang, dan memanggil Rose agar duduk di hadapan nya.
"Kita sudah melangkah sejauh ini, dan tak ada lagi kesempatan untuk mundur, jadi, kita bisa melakukan nya sekarang kan?" Tanya Rio, Rose mengangguk ragu.
"Tapi aku tak tahu cara memulai nya" ujar Rose.
"Buka dulu hoodie mu" Rio membantu Rose melepas hoodie milik nya, kedua nya saling bertatapan, Rio lalu mendekatkan wajah nya ke arah Rose, ia menelan ludah gugup sambil menatap bibir gadis itu yang menggoda.